Ia menekankan, pihak yang terbukti lalai bertanggung jawab, sementara Dinas Kesehatan dan kepolisian setempat wajib segera melakukan investigasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, gejala keracunan dialami para santri setelah mengonsumsi makanan dari donatur saat acara memperingati Bahasa Arab Sedunia di Ponpes Nuurush Sholaah, Kamis (18/12/2025) malam.
Keluhan mulai muncul pada pukul 05.00 WIB keesokan harinya, Jumat (19/12/2025). Para santri kemudian dilarikan ke beberapa rumah sakit, antara lain RS Kesehatan Kerja Provinsi Jabar, RS Rancaekek, dan RS Unpad Jatinangor, Sumedang.
Baca Juga:Ridwan Kamil Sampaikan Permohonan Maaf, Akui Kesalahan dalam Pernikahan 29 TahunTersirat! Federico Barba Memang Tinggalkan Persib, Begini Katanya!
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan Polres Sumedang.
“Terkait penyebab keracunan, bahwa proses penyelidikan masih dilakukan oleh pihak kepolisian. Hasil pemeriksaan sampel makanan dan keterangan saksi diperkirakan akan diketahui dalam waktu dekat,” pungkasnya. (Bas)
