JABAR EKSPRES – Kawasan wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diprediksi ramai dikunjungi wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2026.
Di tengah potensi cuaca ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB memastikan kesiapan sistem kebencanaan guna mengantisipasi risiko yang dapat mengancam keselamatan pengunjung maupun warga setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin, mengatakan peningkatan kesiapsiagaan dilakukan menyusul kondisi cuaca di wilayah Bandung Barat yang masih belum stabil. Potensi bencana hidrometeorologi dinilai perlu diantisipasi secara serius, terutama pada periode libur panjang.
Baca Juga:Gelar CSR di Cimanggung, PT MBK Ventura Ajak Kelola Keuangan dan Peduli Lingkungan Cegah Radikalisme Melalui Pendekatan Kewirausahaan, Densus 88 Gelar Pelatihan Barista bagi Eks Napiter di Jawa
“Kami dalam posisi siaga menghadapi Natal dan Tahun Baru. Untuk itu, BPBD KBB telah menyiapkan posko kebencanaan di sejumlah titik strategis, termasuk di Pintu Tol Padalarang dan kawasan wisata Lembang,” kata Asep di Ngamprah, Selasa (23/12/2025).
Penempatan posko tersebut dilakukan untuk mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat, khususnya di jalur padat kendaraan dan destinasi wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung. Menurutnya, keberadaan posko di lokasi strategis akan memudahkan koordinasi dan penanganan di lapangan.
“Posko ini disiapkan agar penanganan bisa lebih cepat, terutama di lokasi-lokasi yang tingkat kerawanannya cukup tinggi saat arus wisata meningkat,” ujarnya.
Selain mendirikan posko, BPBD KBB juga mengoptimalkan peran personel untuk melakukan pemantauan cuaca serta potensi bencana di berbagai wilayah. Pemantauan dilakukan secara intensif guna memastikan setiap informasi lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
Asep menambahkan, BPBD KBB turut membentuk posko terpadu bersama organisasi pendukung kebencanaan. Salah satunya melalui kerja sama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) di wilayah Lembang guna mendukung kelancaran komunikasi saat terjadi kondisi darurat.
“Kami juga membangun posko bersama ORARI di Lembang. Di wilayah lain, kami berkoordinasi dengan Desa Tangguh Bencana agar seluruh elemen kebencanaan benar-benar siap siaga,” katanya.
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa kesiapsiagaan kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Oleh karena itu, BPBD KBB terus mendorong peningkatan kewaspadaan publik melalui penyebaran informasi dan peringatan dini.
