“Hari ini kita fokus pada isu lingkungan karena banyak bencana terjadi di negeri kita tercinta. Ini merupakan bagian dari upaya mitigasi untuk masa depan,” lanjutnya.
Farah juga menjelaskan bahwa Kabupaten Sumedang memiliki tingkat risiko bencana yang cukup tinggi jika dilihat dari kondisi geografis wilayahnya.
“Secara geologis, potensi longsor berada pada kategori sedang hingga tinggi, terlebih dengan kondisi curah hujan yang saat ini relatif tinggi,” jelas Farah.
Baca Juga:Atmosfer GBLA Jadi Kunci, Bojan Hodak Minta Bobotoh Jaga Persib dari SanksiLawan Bhayangkara FC, Adam Alis Belum Tentu Comeback Meski Pulih dari Cedera
Menurutnya, langkah Pemkab Sumedang yang terus melakukan pemantauan, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, serta memastikan respons cepat saat terjadi kondisi darurat sudah sangat tepat.
“Harapannya, penyerapan air di Sumedang bisa semakin baik, oksigen tercukupi, dan kita semua dijauhkan dari berbagai jenis bencana,” pungkas Farah. (Bas)
