JABAR EKSPRES – Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, bertekad bermain tanpa menyisakan tenaga saat menghadapi wakil Jepang, Tomoka Miyazaki, pada pertandingan ketiga fase grup BWF World Tour Finals 2025. Laga tersebut akan berlangsung di Hangzhou Olympic Sports Expo Center, Hangzhou, pada Jumat.
Putri KW berharap duel melawan Tomoka bisa menjadi ajang pembuktian sekaligus pengobat kekecewaan setelah menelan dua kekalahan beruntun di turnamen ini. Ia berambisi menampilkan performa terbaiknya, terlebih pertandingan tersebut menjadi laga terakhir di fase grup.
Putri menegaskan bahwa dirinya ingin bermain habis-habisan demi membalas hasil kurang maksimal di dua pertandingan sebelumnya.
Baca Juga:China Bantah Terlibat dalam Konflik Perbatasan Thailand–KambojaVinFast Theon S: Motor Listrik Sporty Performa Tinggi, Kapan Masuk Indonesia?
“Besok saya mau habis-habisan lawan Tomoka, ingin membalas dua kekalahan terakhir dan karena jadi pertandingan penutup di grup jadi harus bisa lebih mengeluarkan permainan terbaik,” ujarnya, dikutip dari PBSI.
Ia juga menyadari pentingnya mengeluarkan seluruh kemampuan karena laga melawan Tomoka menjadi penentu sekaligus penutup perjalanannya di fase grup.
Sepanjang BWF World Tour Finals 2025, Putri KW tercatat sudah dua kali menelan kekalahan. Kekalahan pertama dialaminya saat berhadapan dengan tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, dalam pertandingan ketat yang harus ditentukan melalui rubber game.
Hasil kurang memuaskan kembali dialami Putri pada laga berikutnya ketika menghadapi unggulan Jepang, Akane Yamaguchi. Dalam pertandingan tersebut, Putri KW kembali kalah lewat tiga gim dengan skor 24-22, 19-21, dan 13-21.
Meski belum mampu meraih kemenangan, Putri menilai ada perkembangan positif dari penampilannya saat melawan Akane. Ia merasa mampu memberikan perlawanan yang lebih sengit dibanding pertemuan sebelumnya, termasuk berhasil mengamankan satu gim.
“Saya cukup senang dengan hasil ini walau belum bisa menang tapi mengingat terakhir ketemu dia juga kalahnya tuh kayak kurang puas jadi ini cukup ada peningkatan,” ujarnya.
Menurut Putri, perubahan strategi yang dilakukan Akane pada gim penentuan menjadi faktor utama kekalahannya. Lawannya lebih banyak menggunakan servis panjang dan meningkatkan tempo permainan, sehingga ia kesulitan menjaga ritme dan momentum.
Baca Juga:Pentagon Perketat Aturan Bisnis, Targetkan Perusahaan yang Terkait Militer ChinaErdogan: 580 Ribu Pengungsi Suriah Pulang, Agresi Israel Hambat Stabilitas Suriah
“Di gim ketiga Akane mengubah dari cara servisnya yang banyak servis panjang dan siap dengan sambungannya. Secara tempo juga dipercepat sehingga saya tidak bisa menjaga momentum,” imbuhnya.
