JABAR EKSPRES – Penanganan bencana di Kota Cimahi dinilai tidak dapat bertumpu semata pada pemerintah. Keterlibatan aktif masyarakat dan dunia usaha menjadi faktor kunci agar upaya mitigasi, penanganan, hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adithita Yudisthira, menegaskan bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam penanganan bencana, terutama pada fase pemulihan. Pasalnya, sektor usaha kerap menjadi pihak yang terdampak signifikan ketika bencana terjadi.
“Penanganan bencana membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama partisipasi masyarakat dan dunia usaha. Dukungan dari kedua unsur ini akan memberikan dampak positif karena penanganan bencana bisa terealisasi secara lebih optimal,” ujar Adithita saat ditemui di Mal Pelayanan Publik (MPP), Kamis (18/12/2025).
Baca Juga:Adithita Yudisthira Tekankan Peran Strategis Dunia Usaha dalam Penanganan Bencana CimahiStatus Siaga Bencana Berlaku di 27 Daerah, BPBD Cimahi Fokus Pada Risiko Geohidrometeorologi
Adithita menekankan pentingnya penguatan sinergi secara berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi itu, kata dia, diperlukan untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan sekaligus efektivitas penanggulangan bencana di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi seperti Cimahi.
Ia juga menyinggung keterbatasan anggaran yang masih menjadi tantangan bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan upaya sosialisasi dan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.
“Salah satu tantangan yang dihadapi BPBD saat ini adalah anggaran. Namun, keterbatasan anggaran jangan sampai menjadi hambatan dalam melakukan sosialisasi kesiapsiagaan bencana,” tegasnya.
Karena itu, Adithita mengajak dunia usaha untuk berperan aktif membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dalam berbagai aktivitas mitigasi bencana, baik melalui dukungan sumber daya, fasilitas, maupun keterlibatan langsung dalam program-program kebencanaan.
Menurutnya, kegiatan simulasi kebencanaan harus dilakukan secara konsisten agar kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana terus meningkat.
“Simulasi bencana harus terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adithita menekankan pentingnya pendekatan persuasif terhadap pelaku dunia usaha. Dengan pendekatan tersebut, dunia usaha tidak hanya menjadi objek dukungan, tetapi merasa sebagai bagian dari sistem penanganan bencana itu sendiri.
Baca Juga:Fraksi PKS Warning Pemkot Cimahi: Benahi Tata Kelola Anggaran, Prioritaskan Pendidikan hingga Mitigasi BencanaCimahi Tetapkan Status Siaga Bencana, Pemkot Siapkan Early Warning System di setiap Kelurahan
“Sebetulnya sangat mudah untuk mendorong dunia usaha mendukung upaya penanganan bencana. Kita ajak mereka dalam berbagai kegiatan sehingga mereka merasa dilibatkan. Pada akhirnya, mereka akan turut berpartisipasi tanpa harus diminta,” tuturnya.
