JABAR EKSPRES – Memasuki penghujung tahun 2025, Kota Cimahi bersiap menghadapi musim penghujan dengan kewaspadaan tinggi.
Pemerintah Kota Cimahi resmi menetapkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi (Hidromet), menyusul meningkatnya potensi banjir, longsor, hingga pergeseran tanah yang belakangan kian sering terjadi.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, menegaskan langkah siaga ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah telah menyiapkan serangkaian prosedur operasional hingga rencana kontinjensi di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Baca Juga:Tak Tertinggi di Jawa Barat, Angka Pengangguran di Kota Cimahi Turun 0,22 Persen!Gladi Bersih TKA Jadi Tolok Ukur Mutu, MAN Kota Cimahi Dapat Dukungan Legislator Pendidikan
“Kita sudah menetapkan status siaga bencana hidromet. Maka, dengan ditetapkannya status siaga ini, sudah ada SOP tersendiri di BPBD dan di OPD teknis lain dalam rangka mempersiapkan apabila terjadi bencana di sisa akhir tahun 2025 ini,” ujar Adhitia usai apel gelar pasukan Siaga Menghadapi Bencana di Lapang Apel Pemkot Cimahi, Kamis (6/11/25).
Apel siaga tersebut juga diikuti oleh unsur BPBD dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.
Langkah lintas daerah ini dilakukan karena wilayah Cimahi meski kecil dan urban memiliki risiko tinggi terhadap bencana hidromet akibat kepadatan penduduk dan topografi wilayahnya.
“Sebagaimana kita ketahui, beberapa waktu lalu kita mengalami banjir, longsor, lalu pergeseran tanah. Di triwulan akhir ini curah hujan akan semakin tinggi, ditambah cuaca tidak menentu dan angin kencang. Semoga tahun ini tidak terjadi seperti tahun kemarin, saat Cimahi juga sempat dilanda puting beliung,” tutur Adhitia.
Selain kesiapan pasukan dan perlengkapan, Pemerintah Kota Cimahi juga tengah menyiapkan inovasi mitigasi bencana berbasis teknologi.
Tahun depan, kata Adhitia, Pemkot berencana memasang Early Warning System (EWS) di setiap kelurahan. Sistem peringatan dini ini diharapkan menjadi terobosan penting dalam menghadapi perubahan iklim yang makin ekstrem.
“Tahun depan insyaallah mulai ada Early Warning System. Kita ngereyeuh, satu kelurahan satu EWS. Semua warga nanti bisa mengakses lewat aplikasi dan sistem yang disediakan oleh Pemerintah Kota Cimahi,” ungkapnya.
Baca Juga:Gedung Baru MAN Cimahi Jadi Simbol Kolaborasi dan Kebangkitan Madrasah UnggulSiaga di Garis Bencana, Cimahi dan KBB Perkuat Barisan Tanggap Darurat
Menurut Adhitia, EWS ini bukan sekadar alat pendeteksi, melainkan bagian dari upaya besar Cimahi untuk memperkuat mitigasi bencana, bukan hanya penanganan kuratif setelah bencana terjadi.
