487 Jemaah Haji KBB Gagal Berangkat Gegara Kuota Dipangkas, Padahal Sudah Jalani MCU

487 Jemaah Haji KBB Gagal Berangkat Gegara Kuota Dipangkas, Padahal Sudah Jalani MCU
Jemaah haji kloter pertama asal Bandung Barat resmi diberangkatkan di Pusdiklat Padalarang, pada Mei 2025. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 487 calon jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjalani medical check up (MCU) sebagai bagian dari tahapan persiapan keberangkatan haji 2026.

Namun, ratusan jemaah tersebut terpaksa menunda keberangkatan menyusul diberlakukannya kebijakan baru Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang mengubah sistem kuota haji menjadi antrean nasional berbasis provinsi.

Kepala Kantor Kemenhaj KBB, Enjah Sugiarto, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap kuota haji daerah. Semula, Bandung Barat dijadwalkan memberangkatkan 1.066 jemaah pada musim haji 2026. Bahkan sejak Agustus 2025, para calon jemaah telah dihubungi untuk proses verifikasi dokumen dan persiapan administrasi.

Baca Juga:Sistem Kuota Provinsi Berlaku, Cimahi dapat Tambahan Jemaah Haji 2026Kuota Haji Bandung Barat Turun Jadi 195 Orang, Asep Ismail Minta Jemaah Bersabar

“Awalnya yang berangkat 1.066 orang dan sejak Agustus sudah kami hubungi untuk verifikasi dokumen agar persiapan matang. Tapi dengan kebijakan baru berbasis antrean provinsi, kuota KBB tinggal 168 jemaah lansia,” ujar Enjah saat dikonfirmasi, Kamis (18/12/2025).

Penurunan kuota tersebut dinilai sangat signifikan jika dibandingkan dengan musim haji 2025. Pada tahun lalu, sebanyak 1.225 jemaah asal Bandung Barat berhasil diberangkatkan ke Tanah Suci.

Akibat penyesuaian kebijakan tahun 2026 ini, sekitar 800 lebih calon jemaah yang sebelumnya masuk daftar keberangkatan terpaksa harus menunda perjalanan ibadah hajinya.

Dari jumlah tersebut, Enjah mengungkapkan bahwa 487 calon jemaah telah menjalani MCU di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) KBB.

Hasil pemeriksaan kesehatan itu bahkan sudah disampaikan ke puskesmas masing-masing sebagai bagian dari tahapan wajib sebelum keberangkatan.

“Sekitar 800 jemaah sudah kami hubungi sejak awal. Berdasarkan data Labkesda, tercatat 487 orang sudah menjalani MCU. Namun karena adanya penyesuaian kuota, akhirnya mereka tidak jadi berangkat tahun 2026,” katanya.

Kondisi ini, lanjut Enjah, sempat menimbulkan keresahan dan kekecewaan di tengah masyarakat. Tidak sedikit calon jemaah yang merasa terpukul karena telah melakukan berbagai persiapan, baik fisik, mental, maupun finansial, termasuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Baca Juga:Imbas Kebijakan Baru Kemenhaj, Kuota Haji di KBB 2026 Terjun BebasPimpinan Dewan Dorong Sosialisasi Masif Buntut Pemangkasan Kuota Haji 2026

Untuk meredam gejolak tersebut, Kantor Kemenhaj KBB menggandeng Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) serta sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam guna memberikan penjelasan langsung kepada calon jemaah yang keberangkatannya tertunda.

“Gejolak sempat ada, itu wajar. Tapi alhamdulillah setelah kami jelaskan secara terbuka bersama KBIH dan ormas Islam, jemaah bisa memahami dan menerima kebijakan ini, meski tetap merasa kecewa,” katanya.

0 Komentar