Selain faktor keselamatan, proyek ini juga diharapkan mampu mengurai kemacetan lalu lintas yang kian padat, seiring meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api, termasuk Kereta Feeder Whoosh Jakarta–Bandung.
“Buka tutup perlintasan sekarang semakin sering. Hampir setiap setengah jam bahkan 15 menit ada kereta melintas. Underpass menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan,” pungkas Ngatiyana. (Monk)
