Terancam Dibongkar, Teras Cihampelas Ternyata Tak Punya PBG dan SLF!

Terancam Dibongkar, Teras Cihampelas Ternyata Tak Punya PBG dan SLF!
Warga berjalan di ruang publik di Teras Cihampelas, Kota Bandung, Selasa (16/12). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Masa depan Teras Cihampelas 2 berada di ujung tanduk. Pemerintah Kota Bandung tengah melakukan penelitian teknis menyeluruh terhadap struktur bangunan tersebut, menyusul temuan awal yang mengindikasikan persoalan serius baik dari sisi keselamatan konstruksi maupun legalitas bangunan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara tegas menyatakan bahwa hasil awal menunjukkan Teras Cihampelas, termasuk segmen 2, tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Kondisi ini membuat opsi pembongkaran menjadi sangat terbuka secara hukum.

“Kalau memang hasil loading test resmi nanti menunjukkan kekuatan strukturnya kurang dari 100 persen, saya punya alasan kuat untuk membongkar. Karena faktanya sampai hari ini Teras Cihampelas itu tidak punya PBG dan tidak punya sertifikat laik fungsi,” ujar Farhan saat ditemui di Hotel Grandia, Cihampelas, Senin (15/12/2025) kemarin.

Baca Juga:Sorot Keamanan Ruang Publik, Farhan Dorong Standar Tertinggi di Teras CihampelasRenovasi Teras Cihampelas Menunggu Penunjukan Resmi DSDABM, Akses akan Ditutup Sementara

Farhan menjelaskan, berdasarkan penegasan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Teras Cihampelas tidak dapat dikategorikan sebagai jalan maupun jembatan, melainkan sebuah bangunan. Konsekuensinya, bangunan tersebut wajib memiliki PBG dan SLF.

“Karena dinyatakan bukan jalan dan bukan jembatan, maka statusnya bangunan. Kalau bangunan tidak punya PBG, otomatis tidak mungkin punya sertifikat laik fungsi. Secara aturan, itu sudah bermasalah,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut secara gamblang bahwa secara administratif, dokumen tersebut memang “asli tidak ada”.

Kekhawatiran Pemkot Bandung semakin menguat setelah adanya insiden bangunan yang terasa bergoyang saat digunakan untuk kegiatan publik. Farhan mengungkapkan pengalaman pribadinya pada Agustus lalu ketika berada di lokasi bersama sekitar 200 orang.

“Pagi-pagi saya di sana bersama kurang lebih 200 orang, tiba-tiba terasa goyang. Itu bikin ketakutan. Kita langsung turun dan ukur di tempat. Keselamatan publik itu yang utama,” ungkapnya.

Sejak kejadian tersebut, Pemkot Bandung langsung menutup akses Teras Cihampelas 2. Penutupan telah dilakukan sejak setelah Lebaran, dan hingga kini tidak ada satu pun aktivitas yang diizinkan di atas struktur tersebut.

“Sudah lama ditutup. Tidak boleh ada yang naik,” katanya.

Baca Juga:Pemkot Bandung Pastikan Teras Cihampelas Tidak Dibongkar, Hanya Perlu Perbaikan? Teras Cihampelas Tak Jadi Dibongkar, Nilai Appraisal Sentuh Rp80 Miliar

Dalam rencana penanganan, Pemkot Bandung memprioritaskan segmen 2 Teras Cihampelas untuk diteliti dan kemungkinan dibongkar. Segmen ini membentang dari kawasan depan Cihampelas Walk (Ciwalk) hingga SPBU Shell.

0 Komentar