JABAR EKSPRES – Pemerintah Provinis Jawa Barat (Pemprov Jabar) mendorong PT Agronesia untuk meningkatkan kualitas investasi di 2026. Hal itu menjadi salah satu rekomendasi hasil RUPS terhadap salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
Dalam RUPS Senin (15/12) kemarin, Pemprov Jabar selaku pemegang saham mayoritas menekan sejumlah perbaikan sekaligus membahas rencana kerja preusahaan untuk tahunjh 2026. Salah satu fokus utama adalah peningkatan investasii yang lebih terarah.
“Ke depan tidak lagi bertumpu pada pola penguasaan aset semata, tapi diarahkan ke peningkatan kualitas investasi yang lebih selektif, adaptif dan berorientasi pada pengendalian risiko,” terang Karo Bia Jabar Deny Hermawan dalam keterangan resminya, Selasa (16/12).
Baca Juga:Waspada! Jaga Perbatasan Indonesia–Timor Leste, demi Ketahanan Pangan Nasional!Ridwan Kamil Digugat Cerai Atalia Praratya, Sidang Digelar 17 Desember 2025
Deny menyampaikan bahwa rencana bisnis dan rencana kerja perusahaan perlu diolah selaras dengan kemampuan fiskal daerah, termasuk menekankan prinsip kehati-hatian.
Selain itu, tata kelola perusahaan juga perlu diperbaiki, sehingga bisa mendongkrak laba perusahaan. “Kami harap PT Agronesia mampu bertransformasi secara bertahap dan terukur. Termasuk memperkuat perannya sebagai BUMD,” cetusnya.
Meski demikian, berdasarkan data laporan tahunan perusahaan, kinerja perusahaan yang dibentuk sejak 2002 itu masih belum begitu memuaskan.
Dalam laporan tahun 2024, tercatat pendapatan perusahaan anjlok 2,19 persen dari sebelumnya atau hanya Rp 62,332 miliar dari sebelumnya Rp 63,726 miliar.
Laba usaha juga mengalami penurunan signifikan, dari Rp 6,136 miliar menjadi Rp 4,356 miliar. Penurunan kinerja ini dipengaruhi oleh kontribusi sejumlah unit usaha yang belum optimal.
Perusahaan yang berkantor pusat di Jalan Aceh, Kota Bandung itu memiliki beberapa unit usaha. Pertama adalah Inkaba yang memproduksi barang-barang teknik berbahan dasar karet. Kedua ada Saripetojo yang memproduksi aneka es. Perusahan es itu ada di Bandung, Cirebon dan Sukabumi.
Kemudian ada juga unit usaha BMC, yakni unit usaha yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman termasik air minum dalam kemasan.
Baca Juga:Persib Kalah Dari Malut United, Thom Haye Akui KecewaJadwal Padat Jadi Sorotan, Persib Akui Tak Ideal saat Tumbang di Kandang Malut United
Unit usaha Inkaba mencatatkan pendapatan Rp 32,740 miliar dengan laba sebesar Rp 8,049 miliar, sementara Saripetojo Bandung mencatatkan pendapatan Rp 13,7 miliar dengan laba 1,5 miliar.
Untuk unit usaha Saripetojo Sukabumi, mereka mencatatkan pendapatan Rp 7,4 miliar dengan laba 126 juta, sedangkan Saripetojo Cirebon merealisasikan pendapatan Rp 4,6 miliar dengan rugi Rp 685 juta.
