JABAR EKSPRES – Momen memilukan menyelimuti laga terakhir Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025. Jens Raven tampak tak kuasa menahan air mata usai peluit panjang dibunyikan, menandai tersingkirnya skuad Garuda Muda dari turnamen.
Penyerang berusia 20 tahun itu terlihat berlutut di lapangan sambil menutupi wajahnya, menangis tersedu-sedu setelah Indonesia memastikan gagal melaju ke fase gugur. Tangis Raven menjadi simbol kekecewaan mendalam, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh pecinta sepak bola Tanah Air.
Pada laga penentuan Grup C melawan Myanmar U-23 di Stadion 700th Anniversary, Timnas Indonesia U-23 sebenarnya meraih kemenangan 3-1. Namun, hasil tersebut tetap tidak cukup untuk membuka jalan ke semifinal SEA Games 2025.
Baca Juga:Jangan Telat! Kode Redeem FF 13 Desember 2025 Masih Bisa DiklaimLagi Tayang! Link Live Streaming Timnas Indonesia U22 vs Myanmar U22, di Sini Gratis
Sejak menit awal, Indonesia tampil agresif dengan tekanan tinggi. Sayangnya, gawang Garuda Muda justru kebobolan lebih dulu pada menit ke-29. Gol tersebut menjadi pukulan berat di tengah tuntutan untuk meraih kemenangan dengan margin besar.
Harapan kembali menyala jelang turun minum setelah Indonesia mencetak gol penyama pada menit ke-44. Di babak kedua, anak asuh Indra Sjafri terus menggempur pertahanan Myanmar tanpa henti.
Jens Raven kemudian muncul sebagai pahlawan lewat dua gol dramatis di menit ke-89 dan 90+6. Gol-gol tersebut membuat Indonesia memperbaiki selisih gol menjadi +1, menyamai catatan Malaysia di klasemen.
Namun, nasib berkata lain. Meski memiliki poin dan selisih gol yang sama, Indonesia kalah dalam produktivitas gol. Garuda Muda hanya mencetak tiga gol sepanjang fase grup, sedangkan Malaysia mengoleksi empat gol. Situasi itu membuat Indonesia gagal menempati posisi runner-up terbaik dan harus tersingkir dari SEA Games 2025.
Tangisan Jens Raven selepas pertandingan mencerminkan luka dan kekecewaan mendalam. Bukan sekadar sedih karena gagal lolos, tetapi juga bukti kuatnya semangat juang para pemain muda Indonesia yang bertarung hingga detik terakhir.
Meski perjalanan terhenti lebih cepat dari harapan, Timnas Indonesia U-23 tetap meninggalkan kesan positif dengan perjuangan tanpa menyerah di SEA Games edisi ke-33.
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, secara terbuka mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan tim melangkah ke semifinal. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.
