JABAR EKSPRES – Hujan Meteor Geminid, salah satu peristiwa astronomi paling terang dan stabil setiap tahun, diprediksi akan mencapai puncaknya akhir pekan ini.
Pada fase teraktifnya, pengamat bisa melihat lebih dari 100 meteor per jam, menjadikannya salah satu tontonan langit paling spektakuler yang bisa dinikmati mata telanjang.
Lantas, kapan waktu terbaik untuk menyaksikannya dari Indonesia?
Puncak Hujan Meteor Geminid
Menurut pakar astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin, hujan meteor ini berasal dari sisa debu komet yang kini telah berubah menjadi asteroid bernama 3200 Phaethon.
Baca Juga:Resbob Alias Adimas Firdaus Resmi Dipolisikan Atas Kasus Penghinaan Suku Sunda dan Viking PersibSkema Kredit Honda Vario 125 New 2025, Bisa Dicicil Mulai Rp 1 Jutaan Per Bulan
Material yang dilepaskan asteroid tersebut memasuki atmosfer Bumi dan terlihat seperti kilatan cahaya di langit malam.
Disebut Geminid karena lintasan meteor seolah muncul dari rasi bintang Gemini, tepatnya di sekitar bintang Castor dan Pollux.
“Puncaknya diperkirakan terjadi pada Minggu, 14 Desember 2025 dini hari waktu Indonesia Barat, dengan potensi mencapai sekitar 140 meteor per jam, jika cuaca cerah,” jelas Thomas.
Artinya, pengamat di seluruh Indonesia sudah bisa mulai bersiap sejak tengah malam hingga menjelang subuh untuk mendapatkan momen terbaik.
Peluang Menyaksikan Lebih Cerah karena Langit Hampir Tanpa Bulan
Tahun ini, pertunjukan Geminid semakin menarik karena terjadi pada langit hampir tanpa cahaya bulan (moonless sky).
Bulan sabit tua yang hanya mendapat 28% cahaya Matahari baru terbit sekitar pukul 02.30 WIB, sehingga langit cukup gelap untuk melihat meteor lebih jelas.
Saat bulan mulai muncul, posisi radian Geminid juga mencapai titik tertinggi, membuat peluang pengamatan semakin optimal.
Baca Juga:Xiaomi 17 Siap Debut Global, Intip Spesikasinya yang Bikin Pecinta Smartphone TakjubBegini Cara Cek Pengeluaran Grab dan Gojek Sepanjang Tahun 2025
Meski tampak berpusat di rasi Gemini, meteor akan melesat ke berbagai arah.
Itu sebabnya, pengamat tidak wajib memandang langsung ke konstelasi tersebut.
Meteor Geminid dapat diamati dari, pesisir pantai, pegunungan atau perbukitan, lapangan terbuka, area minim polusi cahaya.
Kunci utamanya langit gelap, cuaca cerah, dan minim halangan seperti pepohonan atau bangunan tinggi.
Berbeda dari kebanyakan hujan meteor yang berasal dari komet, Geminid justru berasal dari asteroid 3200 Phaethon, yang memiliki struktur lebih padat.
Akibatnya, meteor yang dihasilkan tampak lebih terang, bergerak lebih lambat, dan menampilkan warna-warni berbeda saat terbakar di atmosfer.
