JABAR EKSPRES – Upaya pemerintah mendorong hilirisasi di sektor kelautan dan perikanan mulai menunjukkan hasil.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melaporkan total investasi hingga triwulan III tahun ini mencapai Rp7,82 triliun, dengan porsi terbesar mengalir ke industri pengolahan dan budidaya.
“Jadi investasi ini adalah triwulan III, jadi pada triwulan III itu Rp7,82 triliun,” ujar Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, dikutip dari ANTARA Jumat (12/12).
Baca Juga:Layanan Publik Bandung Tetap Normal Meski Pejabat Jadi Tersangka, Wali Kota Pastikan Pemerintahan StabilAS Jadwalkan Pertemuan dengan Indonesia untuk Tinjau Arah Baru Negosiasi Tarif
Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud, menjelaskan bahwa mayoritas dana tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,97 triliun, disusul Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,98 triliun.
“Kalau kita lihat banyak untuk investasi itu di bidang usaha pengolahan dan budidaya, misalnya 32 persen di pengolahan, kemudian budidaya, ada juga di pemasaran dan sebagainya,” kata Machmud.
Menurutnya, program hilirisasi di sektor perikanan sudah mulai terlihat bahwa investasi banyak di bidang usaha pengolahan, ada juga kaitannya dengan cold storage dan sebagainya.
“Jadi menarik bagi kita bahwa hilirisasi ke depan menjadi bagian penting dari kegiatan sektor perikanan,” ujarnya.
Adapun lokasi tujuan investasi sektor kelautan dan perikanan hingga triwulan III tahun ini yakni Jawa Timur, Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Sementara, negara asal PMA untuk investasi di sektor kelautan dan perikanan hingga triwulan III yakni Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan.
Diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menarik minat investasi dan kemitraan usaha kelautan dan perikanan senilai Rp1,60 triliun dalam Investment and Business Matching, yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas).
Ia menyampaikan, KKP menawarkan 36 proyek senilai Rp3,02 triliun, di antaranya pembangunan industri pengolahan ikan tuna, udang, serta logistik rantai dingin di Kabupaten Cilacap.
Baca Juga:OIKN Dorong Transformasi Ekonomi Lokal, UMKM Samboja Bersiap Menjadi Motor Penggerak Kawasan IKNPertumbuhan Ekonomi Nasional Dipengaruhi Tingkat Kepercayaan Publik, Ini Kata Ekonom!
Lalu, pembangunan pabrik garam industri oleh di Kabupaten Jeneponto, pembangunan fasilitas pengolahan hasil perikanan dan pusat logistik rantai dingin oleh Kawasan Industri Bolok, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta pembangunan pabrik pengolahan rumput laut berbasis nori di Jawa Barat.
