Wagub Jabar Sebut Penanganan Banjir Dayeuhkolot Bakal Dievaluasi Total

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat menemui awak media usai menghadiri prosesi pencabutan baiat dan
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan saat menemui awak media usai menghadiri prosesi pencabutan baiat dan deklarasi NKRI oleh para mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) di Gedung Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di Kota Bandung, Kamis (11/12). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya penanganan banjir di Dayeuhkolot memasuki fase evaluasi menyeluruh. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mulai mendorong koordinasi lintas tingkat pemerintahan untuk menghentikan pola penanganan yang bersifat tambal sulam.

Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan, mengatakan komunikasi dengan pemerintah pusat sudah dilakukan. Dia bertemu staf kepresidenan dan menyampaikan perlunya forum lintas kementerian, provinsi, dan kabupaten untuk merumuskan strategi baru.

“Kami bertemu dengan staf presiden. Kami juga menyampaikan kepada staf wapres, kami akan bahas dari mulai tingkat pusat, daerah, provinsi dan kabupaten untuk merumuskan hal apa (penanganan banjir dayeuhkolot),” ungkapnya kepada wartawan di Gedung Disdik Jabar, Bandung Kamis (11/12).

Baca Juga:Petir Hantam Rumah di Cikalongwetan, Seorang Mahasiswa TerlukaKapal Pertamina Terus Bergerak: Antarkan Energi dan Harapan ke Sumatra

“Saat ini kan kita terlalu sporadis. Wah disini banjir, kita buat kolam retensi disini. Ternyata menyebabkan banjiran di tempat lain,” sambung Erwan.

Menurut Erwan, penanganan banjir selama ini banyak mengandalkan intervensi lokal yang justru menimbulkan efek domino. Karena itu, Pemprov menuntut adanya kajian terpadu agar keputusan teknis tidak memindahkan masalah ke wilayah lain.

“Kita harus mempunyai kajian yang lebih jelas. Sehingga penanganannya betul-betul jelas. Kalau memang ada yang perlu kita relokasi, ya kita relokasi. Kita beri pemahaman kepada masyarakatnya agar tidak terulang lagi,” katanya.

Dia menegaskan persoalan banjir Bandung Selatan bukan persoalan baru. Siklusnya berulang sejak dekade 1980-an, sementara anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat, daerah, hingga bantuan masyarakat sudah mencapai skala triliunan rupiah.

“Ini kan dari tahun 80an Kejadian seperti ini setiap musim hujan pasti Bandung Selatan banjir. Sudah berapa triliun, bukan miliaran lagi triliun yang sudah dikeluarkan,” ungkapnya.

Dengan kajian menyeluruh ini, Pemprov berharap penanganan banjir Dayeuhkolot tidak lagi bersifat reaktif, melainkan solusi jangka panjang yang menutup siklus banjir tahunan Bandung Selatan.

“Baik dari pemerintah pusat, daerah maupun oleh masyarakat yang menyumbang untuk banjir di Bandung Selatan. Jadi kita harus betul-betul tuntas,” ujar Erwan.

0 Komentar