Waspada! Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Masih Mengancam Jawa Barat

Awan tebal di atas gedung bertingkat di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Rabu (10/12)
Awan tebal di atas gedung bertingkat di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Rabu (10/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi selama sepekan ke depan, karena dipengaruhi perpaduan fenomena atmosfer yang memicu pertumbuhan awan hujan secara siginifikan di berbagai wilayah di Jawa Barat dan Bandung Raya. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lakukan analisa terkait dinamika dan iklim, yang melanda wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, kondisi cuaca melalui analisa pihaknya, dinamika atmosfer-laut skala global menunjukkan peningkatan konvektif.

“Nilai SOI (Southern Oscilation Index) : 7.2, berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia,” katanya kepada Jabar Ekspres, Rabu (10/12).

Baca Juga:Hujan Deras Robohkan Pohon di Depan Kantor Jabar Ekspres, Pengendara SelamatBerusaha Memahami Profesi Orang Lain

Adapun IOD (Indian Ocean Dipole – 0.46 (normal +- 0.42), dari analisa BMKG Stasiun Geofisika Bandung, dinilai berpotensi meningkatkan aktivitas atau pola konvektif di wilayah Indonesia bagian barat.

“Indeks ENSO di Nino 3.4 :-0.96 (normal +/- 0.8) berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia,” ucapnya.

Rahayu atau akrab disapa Ayu menerangkan, untuk MJO aktif ada pada kuadran 8 (Western Hem and Africa). Artinya, menunjukkan kondisi yang tidak berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan untuk wilayah Indonesia hingga satu pekan ke depan.

“Anomali SST (suhu muka laut) -2.0 sampai dengan + 2.9 derajat selsius, ini berpengaruh terhadap pertumbuhan awan-awan hujan,” terangnya.

Ayu menjelaskan, pihaknya mencatat bahwa aktifnya gelombang Rossby ekuatorial terpantau di wilayah Jawa Barat, yang berpontensi terhadap pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Jabar.

“Terpantau adanya belokan angin dan konvergensi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan awan awan hujan di Jawa Barat,” jelasnya.

Sementara itu, terkait anomali suhu permukaan air laut (SST) di perairan Jawa Barat, menurut Ayu, tergolong masih cukup hangat.

Baca Juga:Persib Siap Kunci Tiket 16 Besar, Bojan Hodak Minta Waspada Bangkok United yang Tanpa BebanDear Bobotoh! Ini Ungkapan Aki-Aki Gede Wadul Soal Masa Depan Dewangga di Persib

Sehingga masih ada kontribusi terhadap pertumbuhan awan-awan hujan pada skala lokal. Kelembapan udara di wilayah Jawa Barat pada lapisan 850 hingga 700 milibar (mb), dengan lembap berkisar antara 60 sampai 95 persen.

“Berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model. Diprakirakan pada satu pekan ke depan, umumnya cuaca di wilayah Jawa Barat cerah berawan hingga berawan,” imbuh Ayu.

“Di pagi dan siang hari berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang sore dan malam hari,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar