“Pelibatan keluarga merupakan prinsip pemasyarakatan. Dengan SIPENA, pembinaan tidak hanya berlangsung di dalam lapas, tetapi juga diperkuat oleh keluarga sebagai pilar utama reintegrasi sosial,” tegasnya.
Melalui sistem digital ini, semua data pembinaan mulai program kepribadian, kemandirian, penilaian perilaku, hingga rekam kegiatan harian dapat dipantau petugas dan disampaikan kepada keluarga secara terukur.
SIPENA juga membuka peluang kolaborasi dengan lembaga eksternal yang ingin memberi dukungan pendidikan, pelatihan, maupun pemberdayaan WBP. Data yang rapi dan terintegrasi memudahkan mitra melakukan intervensi yang tepat sasaran.
Baca Juga:Tuti Turimayanti Nahkodai DPC PDI-P Bandung BaratDari Santri Jadi Barista Sukses? Perjalanan Jiad Dimulai dari PKW 2025
Kalapas Cianjur berharap, inovasi SIPENA berbasis Family Engagement Portal dapat menjadi model layanan pembinaan modern dan profesional bagi unit pelaksana teknis pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
“Kami berharap SIPENA dapat direplikasi di berbagai UPT. Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan pembinaan yang berkualitas dan berbasis teknologi,” pungkasnya.
