Cuanki Pusdai: Ketika Landmark Wisata Kuliner Berbenturan dengan Peratura

Ilustrasi: Pedagang menjual cuanki di sekitar trotoar kawasan Masjid Pusdai, Kota Bandung beberapa waktu lalu.
Ilustrasi: Pedagang menjual cuanki di sekitar trotoar kawasan Masjid Pusdai, Kota Bandung beberapa waktu lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Ada pula warga yang menyoroti soal kebersihan dan jam operasional pedagang. Menurut mereka, jika aktivitas kuliner tidak dikelola dengan baik, ikon wisata kuliner seperti Cuanki Pusdai justru bisa menjadi sumber masalah lingkungan.

Cuanki Pusdai sudah menjadi bagian dari identitas kuliner Kota Bandung. Keberadaannya menarik wisatawan dari berbagai daerah, terutama pada akhir pekan. Kehadiran pedagang yang berjejer di sepanjang kawasan itu menciptakan atmosfer kuliner khas Bandung: ramai, hangat, dan penuh interaksi.

Namun, popularitas tersebut menghadirkan tantangan baru. Ruang publik yang juga berfungsi sebagai kawasan ibadah memerlukan standar ketertiban yang lebih tinggi. Penumpukan pengunjung, keberadaan gerobak di trotoar, serta sampah yang tak tertangani dengan baik menjadi isu yang tak bisa diabaikan.

Baca Juga:Hutan Kritis, Ancaman Bencana Makin Nyata!Transportasi Jawa Belum Merata, Bandung Masuk Sorotan Soal Wacana Kereta Cepat ke Surabaya

Pemkot Bandung memastikan akan melakukan penataan ulang dalam waktu dekat. Pendekatan persuasif tetap dikedepankan agar pedagang tidak merasa dimarginalkan, namun penegakan aturan akan berjalan lebih tegas.

Pemkot menargetkan agar kawasan Pusdai dapat menjadi contoh bahwa wisata kuliner dan aktivitas ibadah bisa berjalan berdampingan tanpa saling mengganggu. (Dam)

Laman:

1 2
0 Komentar