JABAR EKSPRES – Harga perak Antam pada Senin, 8 Desember 2025, kembali menunjukkan tren positif dengan mencatat kenaikan sebesar Rp150 dari hari sebelumnya. Perak batangan resmi Antam kini dibanderol Rp36.445 per gram, menegaskan penguatan yang terus terjadi dalam beberapa pekan terakhir seiring dengan tren naiknya harga logam mulia secara global.
Diketahui bahwa perak batangan Antam tersedia dalam berbagai ukuran, dan setiap ukuran memiliki perhitungan harga yang berbeda berdasarkan berat dan tambahan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Harga dasarnya, perak dihargai Rp36.445 per gram.
Sementara itu, untuk ukuran lebih besar seperti 250 gram, harga dasar mencapai Rp9.511.250 dan setelah ditambahkan PPN 11%, total harga menjadi Rp10.557.488.
Baca Juga:Uni Eropa Berpotensi Permanen Bekukan Aset Rusia Berkat Celah Hukum BaruAS Pertimbangkan Perluas Larangan Masuk ke Lebih dari 30 Negara
Untuk ukuran 500 gram, harga dasarnya berada di angka Rp18.222.500. Setelah penambahan PPN 11%, total harga perak ukuran setengah kilogram tersebut menjadi Rp20.226.975. Selisih harga antar ukuran ini menunjukkan bahwa pembelian dalam jumlah besar memberikan efisiensi harga yang lebih baik bagi para investor logam mulia.
Selain harga perak Antam, harga spot perak berada di kisaran Rp25.900 hingga Rp31.067 per gram, tergantung referensi seperti Pegadaian atau pasar fisik logam mulia. Harga tersebut belum termasuk biaya tambahan seperti premium maupun pajak.
Jika dibandingkan dengan pasar internasional, harga perak global saat ini berada di kisaran Rp30.949 per gram, berdasarkan patokan USD 58 per troy ounce. Perbedaan harga antara domestik dan global dipengaruhi oleh faktor biaya impor, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta permintaan logam mulia di dalam negeri.
Sepanjang tahun 2025, perak mencatat performa yang sangat kuat, bahkan menyaingi kenaikan harga emas. Dalam satu tahun terakhir, perak mengalami lonjakan signifikan hingga 97,61%. Kenaikan ini mendorong perak mencapai harga puncak Rp30.973 per gram pada periode sebelumnya, menunjukkan tingginya minat investor terhadap logam mulia alternatif ini.
Faktor utama yang mendorong kenaikan harga perak meliputi tingginya permintaan industri, ketidakpastian ekonomi global, dan sentimen positif pasar terhadap aset safe haven. Dengan tren penguatan yang masih berlangsung, investor perak diperkirakan akan terus memantau pergerakan harga dalam beberapa minggu ke depan.*
