JABAR EKSPRES – Pemprov Jabar berencana menambah Taman Hutan Raya (Tahura). Itu untuk meningkatkan sejumlah fungsi hutan di Jawa Barat.
Rencananya tidak hanya satu, tapi ada tiga sampai empat kawasan yang bakal dijadikan Tahura pada 2026. Rencana itu terungkap pada rapat pertemuan antara Komisi II DPRD Jabar dengan Dinas Kehutanan (Dishut) Jabar Kamis (29/1) lalu.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dishut Jabar Dodit Ardian Pancapana menguraikan, setidaknya ada tiga lokasi yang bakal dibuat tahura.
Baca Juga:Pengunjung Tahura Djuanda Naik di 2025, Tembus 646 RibuMomen Libur Nataru, Pengunjung Tahura Djuanda Alami Peningkatan
Yakni Gunung Wayang, Gunung Sanggabuana, dan Gunung Cibungur. Sementara ada satu titik lagi masih dalam proses analisa. “Kami ingin meningkatkan fungsi hutan,” katanya.
Guna merealisasikan rencana itu juga bakal dilakukan penelitian lapangan, sehingga bisa menghasilkan konsep yang akurat.
Dinas juga telah menyiapkan alokasi anggaran untuk rencana itu, setidaknya ada Rp900 juta.
Di sisi lain, Pemprov juga sudah punya Tahura, yakni Ir Djuanda yang ada di Kabupaten Bandung.
Kawasan itu juga masih menarik bagi masyarakat. Kepala UPTD Tahura Lutfi Erizka melalui pegawainya Ridwan menerangkan, animo masyarakat untuk berkunjung ke Tahura masih tinggi. Itu bisa dilihat dari peningkatan pengunjung selama 2025.
Pihaknya mencatat, selama 2025 ada 646.989 orang yang berkunjung. Angka itu menunjukkan kenaikan jika dibandingkan 2024 yang hanya di angka 559.836.
Rinciannya, pengunjung tertinggi ada di Mei yang tembus sampai 73.538 pengunjung. Disusul Januari dengan 67.941 pengunjung, lalu Juni di angka 65.996. Sementara catatan pengunjung terendah ada di Maret yang hanya 6.917 orang.
Baca Juga:Jelang Nataru, Tahura Djuanda Terjunkan 100 Petugas GabunganRealisasi Setoran Tahura Djuanda Capai Rp7,3 Miliar
“Bisa di bilang meningkat sekitar 15 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya, ” terangnya.
Ridwan melanjutkan, di 2026 harapannya pengunjung juga bisa naik. “Proyeksi kami bisa tembus 5-10 persen. Tapi memang karakter Tahura adalah wisata alam, jumlah kunjungan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca,” katanya. (son)
