JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bogor melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor mengirimkan sejumlah tenaga kesehatan untuk membantu penanganan korban bencana alam di Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menjelaskan bahwa pengiriman dilakukan secara bertahap dalam beberapa periode sesuai kebutuhan di lapangan. Pada periode pertama, tim diterjunkan untuk bertugas selama tujuh hari.
“Kami telah mengirimkan nakes, satu orang perawat ICU yang diberangkatkan sejak 2 Desember dari Kota Bogor bersama tim medis lainnya,” ujar Retno dikutip Senin (8/12/2025).
Baca Juga:Belum Ditemukan, Polisi Masih Terus Lakukan Identifikasi Korban Longsor di Arjasari 3 Korban Longsor Tertimbun Tanah di Arjasari Bandung Belum Ditemukan, Proses Pencarian Dilanjutkan
Selain itu, RSUD Kota Bogor juga disebut Retno kembali menurunkan satu tim pada periode pertama ini yang terdiri dari satu dokter, dua perawat, serta tiga terapis tradisional atau tukang urut dari daerah Cimande.
Sementara untuk pemberangkatan periode berikutnya, Retno menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor. Penugasan lanjutan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah terdampak.
“Setelah ini juga akan ada pemberangkatan lagi, untuk periode selanjutnya masih dalam proses koordinasi,” katanya.
Laporan sementara dari tim RSUD Kota Bogor di lokasi, hingga 5 Desember di Posko Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, tercatat 24 kasus trauma, 211 kasus non-trauma, home care 0 orang, serta 1 kasus perawatan luka yang telah berhasil ditangani oleh tim.
Secara keseluruhan dari hasil kegiatan tersebut, total pasien yang berhasil dilayani hingga 5 Desember 2025 tercatat mencapai 571 orang.
