Mobilitas Warga Cililin Lumpuh Total Akibat Longsor, Jeje Ritchie Siapkan Jalur Darurat

Mobilitas Warga Cililin Lumpuh Total Akibat Longsor, Jeje Ritchie Siapkan Jalur Darurat
Masyarakat di Kampung Bangsaya RT 02 RW 07, Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah bergotong royong membuka akses jalan. Jumat (5/12/2025). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aktivitas masyarakat di Kampung Bangsaya RT 02 RW 07, Desa Nanggerang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) lumpuh setelah akses utama penghubung tiga wilayah tertutup material longsor.

Jalur yang menjadi satu-satunya rute transportasi warga itu terputus total, membuat mobilitas harian terganggu dan sebagian warga terisolasi.

Diketahui, material tanah dan bebatuan menutup seluruh badan jalan sejak Kamis (4/12) malam, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Hingga Jumat siang, kondisi jalan belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca Juga:Banjir dan Longsor Landa Kabupaten Bandung, Ali Syakieb: Kami Terus MonitoringJalan Penghubung Terputus Akibat Longsor, Ratusan Warga Nanggerang KBB Terisolasi

Dampak longsor langsung dirasakan warga. Nia, seorang guru SDN Budikarya, mengaku harus berjalan kaki sekitar satu kilometer menuju sekolah. Sebelumnya, ia bisa tiba dalam hitungan menit saat kondisi jalan masih normal.

“Kalau mau ke sekolah sekarang harus jalan kaki satu kilometer karena tertutup longsor,” kata Nia, Jumat (5/12/2025).

Ia menambahkan, banyak siswa kini terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memiliki medan lebih curam.

“Anak-anak ada yang berangkat lebih pagi supaya tidak terlambat, tapi jalurnya lebih berisiko,” ujarnya.

Ridwan, warga Kampung Wangsaya, mengalami kondisi serupa. Ia harus memutar hingga lima kilometer melalui jalur Buninagara di Kecamatan Sindangkerta untuk berangkat bekerja. Rute yang biasanya lebih singkat lewat jalur Wangsaya kini berubah menjadi perjalanan yang jauh lebih panjang.

“Kalau lewat jalan biasa sudah tidak bisa. Jadi ya harus muter,” ucapnya.

Menurut Ridwan, waktu tempuh kini hampir dua kali lipat dan biaya transportasi ikut meningkat. Namun ia menegaskan tidak memiliki pilihan lain karena seluruh akses terdekat tertutup material longsor.

Baca Juga:Bandung Utara dan Timur Rawan Longsor, Dua Keluarga di Cidadap DiungsikanMobil Tertimpa Longsor di Sariwangi Kabupaten Bandung Barat, Satu Keluarga Luka Ringan 

“Saya berharap pemerintah segera membuka kembali jalur utama mengingat jalan tersebut merupakan nadi kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga distribusi logistik antar-wilayah,” katanya.

Menanggapi situasi itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai melakukan langkah darurat. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengirim bantuan logistik sejak Kamis malam.

“Fokus utama kami penanganan, dalam hal ini agar tidak adanya korban. Sekarang Pemda KBB sedang membuat jalur darurat karena ada beberapa jalan yang terputus,” ujar Jeje.

0 Komentar