Dinamika Iklim Menunjukkan Hujan dan Petir Masih Selimuti Bandung Raya, Suhu Terendah di 18 Derajat Celsius

Dinamika Iklim Menunjukkan Hujan dan Petir Masih Selimuti Bandung Raya, Suhu Terendah di 18 Derajat Celsius
Pengendara sepeda motor menerobos hujan di kawasan Prabu Dimuntur, Kota Bandung, Kamis (4/12). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lakukan analisa terkait dinamika dan iklim, sebut jika wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya, di Provinsi Jawa Barat masih akan diguyur hujan.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, dinamika cuaca skala regional, anomali suhu permukaan air laut (SST) diperairan Jawa Barat, masih cukup hangat.

“Sehingga masih ada kontribusi terhadap pertumbuhan awan-awan hujan pada skala lokal,” katanya kepada Jabar Ekspres, Kamis (4/12).

Baca Juga:Hujan Masih Mengguyur Kabupaten Bandung, BMKG Analisa Iklim dan SuhuBMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar akan Diguyur Hujan dalam Sepekan

Rahayu atau akrab disapa Ayu menerangkan, untuk kelembapan udara di wilayah Jawa Barat ada pada lapisan 850 hingga 700 milibar (mb), dengan lembap berkisar antara 55 sampai 95 persen.

“Berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model diprakirakan pada satu pekan ke depan, umumnya cuaca di wilayah Jawa Barat cerah berawan hingga berawan,” terangnya.

Kondisi cuaca tersebut, ujar Ayu, terjadi di pagi dan siang hari, dengan potensi hujan yang intensitasnya ringan hingga lebat, serta dapat disertai petir juga angin kencang, pada skala lokal dan durasi singkat antara siang sore dan malam hari.

“Di Kabupaten Bandung dan sekitarnya, masih terdapat pengaruh lokal yang mendukung potensi pertumbuhan awan konvektif,” ujarnya.

Potensi pertumbuhan awan kognitif yang dimaksud Ayu, yakni kelembapan udara yang lembap pada lapisan 850 mb dan 700 mb, wilayah Kabupaten Bandung bahkan Bandung Raya yaitu 50 sampai 90 persen.

BMKG Stasiun Geofisika Bandung juga melakukan Analisis Streamline (Pola Angin). Hasilnya menunjukkan, jika angin bertiup variabel mengindikasikan melemahnya dominasi angin timuran (Monsun Australia).

Kemudian mulai masuknya angin baratan (Monsun Asia) di wilayah Jawa Barat termasuk Kabupaten Bandung dan sekitarnya.

Baca Juga:11 Wilayah Ini Diprediksi BMKG Bakal Alami Hujan Deras Sepekan  KedepanViral Munculnya Gumpalan Hitam Melayang di Udara, BMKG: Mungkin dari Aktivitas di Permukaan Bumi 

“Analisis suhu minimum dan maksimum di Bandung Raya, untuk minimumnya di antara 18 sampai 20 derajat celsius. Sedangkan suhu maksimumnya di 31.0 hingga 35 derajat selsius,” bebernya.

Ayu mengungkapkan, berdasarkan data di BMKG Bandung, tercatat bahwa suhu udara minimum terendah di bulan kemarim, terjadi pada 1 November 2025 sebesar 19.8 derajat selsius. Adapun suhu tertinggi pada 24 November 2025, yakni 33.6 derajat celsius.

“Analisis dan prediksi musim, saat ini Jawa Barat termasuk Bandung Raya sudah memasuki musim hujan,” ungkapnya.

0 Komentar