Tanggung jawab besar tidak membuatnya lupa pada peran perempuan dalam pembangunan pertanian. Baginya, emansipasi bukan jargon kosong. Ia mendorong gerakan Kartini Tani, sebuah program Persatuan Istri Karyawan Pupuk Indonesia (PIKA-PI) yang menargetkan peningkatan kapasitas perempuan di bidang pertanian.
Ninis melihat potensi besar di sana. Data BPS tahun 2023 mencatat bahwa ada 4,2 juta petani perempuan di Indonesia, atau sekitar 14,4 persen dari seluruh pelaku tani nasional.
“Dengan jumlah sebesar itu, perempuan bukan lagi pelengkap. Mereka adalah kekuatan,” ujarnya.
Baca Juga:Keppres Rehabilitas ASDP Diprotes: Benarkah Rp1,2 Triliun Kini Menggantung?Keppres ASDP Tuntas, Pemulihan Kerugian Negara Terancam Lenyap?
Melalui Kartini Tani, perempuan diberi ruang untuk belajar, berdaya, dan menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan ekonomi keluarga.
Dalam setiap langkahnya, Ninis memegang satu prinsip: disiplin, ingin tahu, dan tidak berhenti belajar. Baginya, risiko bukan sekadar sesuatu yang harus dihindari, tetapi sesuatu yang harus dipahami agar menjadi peluang.
Ia bukan sekadar pemimpin BUMN. Ia adalah representasi perempuan Indonesia yang membangun dengan ketenangan, kerendahan hati, dan pemikiran strategis.
