Langkah paling efektif, kata Wahyu, ialah memulai dengan dua mesin dan cukup dengan satu SDM untuk memproduksi, atau dua mesin dengan dua SDM.
“Kalau memang kapasitasnya lebih besar lagi ini akan memberikan kesempatan kerja pada beberapa pihak. Minimal ada penambahanan SDM yang kemudian direkrut yang kemudian jadi operator,” tuturnya.
Wahyu juga melihat peluang besar dalam pengembangan usaha lainnya, seperti penjualan, pemasaran, serta sosialisasi untuk mendapatkan sampah plastik low value dalam jumlah yang memadai.
Baca Juga:Pemkot Cimahi Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan dengan Klinik Sore dan Persalinan 24 JamSuara Generasi Muda Cimahi Menggema Usai Pentas Seni Lintas Agama
“Jadi peluangnya sangat terbuka karena jelas hanya untuk Cimahi saja, transaksi harian Rp 220 juta per hari. Itu yang rasanya para pihak tadi bisa mengambil sisi keuntungannya dari sini,” paparnya.
Ia juga menyarankan agar Pemerintah Kota Cimahi membuat peta jalan sendiri untuk penanganan sampah anorganik, khususnya sampah plastik.
“Nanti dibagi dua kelompok sampah plastik tersebut, high value dan low value,” katanya.
Selain itu, Wahyu melihat potensi besar dalam sampah plastik high value, yang dapat mencapai tiga, empat, atau lima kali lipat dari pada angka Rp 220 juta per hari.
“Bahkan bisa 10 kali lipat lebih besar,” bebernya.
Wahyu menekankan bahwa tujuan utama adalah untuk membuat dampak positif dan tidak ada dampak negatif.
“Kenapa tidak? Bila memang menguntungkan ya diambil, yang penting adalah dampak positif saja yang dikejar jangan sampai ada dampak negatif,” cetusnya.
Wahyu juga melihat potensi besar dalam pengembangan usaha lainnya, seperti bergulir ke jenis sampah lainnya, dimana sampah yang saat ini dianggap kurang punya nilai, berubah menjadi sesuatu yang lebih dihargai atau lebih dinilai sebagai sumber daya.
Baca Juga:Cimahi Sambut Era Transportasi Baru, Pemkot Siap All Out Dukung Elektrifikasi KRL Padalarang–CicalengkaDi Tengah Perbedaan, Pemkot Cimahi Gaungkan Persatuan Lewat Pentas Seni Lintas Agama
“Dan ujung-ujungnya akan ada turunan-turunan produk lainnya, bersamaan dengan penanganan sampah plastik low value yang ujung-ujungnya membuat kegiatan bersama tadi semakin produktif,” katanya menutup. (Mong)
