JABAR EKSPRES – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyerukan kepada para pelaku usaha untuk turut serta dalam Sensus Ekonomi 2026. Langkah ini dianggap krusial dalam upaya mengumpulkan data akurat yang akan menjadi landasan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.
“Potensi perekonomian di Kota Cimahi yang cukup bersaing dan dapat diandalkan. Potensi ekonomi menjadi salah satu motor penggerak kehidupan masyarakat di Kota Cimahi, khususnya dari sektor industri,” ujarnya usai sosialisasi SE2026 di Mal Pelayanan Publik Cimahi, Jumat (28/11/2025).
Ia melanjutkan, dengan banyaknya warga pendatang dan mencari nafkah di Cimahi sebagai suaka yang mampu menyediakan sumber daya dan potensi ekkonomi untuk mengais rejeki. Berdasarkan data yang dihimpun, hingga tahun 2024 Kota Cimahi menjadi rumah bagi lebih dari 400 pabrik industri didominasi industri tekstil dan pakaian jadi.
Baca Juga:Hadapi Tiga Masalah Mendesak, Pemkot Cimahi Perlu Bergegas Tangani Sampah, Pengangguran hingga BanjirTak Mau Jadi TPT Tertinggi Lagi, Cimahi Siapkan Job Connect untuk Turunkan Pengangguran
“Hal ini mendorong laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,19% persen hingga tahun 2024,” kata Ngatiyana.
Namun, tantangan masih menghantui. Tingginya tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Cimahi, serta minimnya lapangan kerja, baik formal maupun informal, menjadi kendala yang belum dapat diatasi secara efektif, sehingga menghambat upaya penurunan angka pengangguran.
“Hal ini menjadi tantangan dan pekerjaan rumah bagi kita semua. Ruang kolaborasi harus dibina antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha harus dikelola agar kualitas dan kapabilitas sumber daya meningkat, sehingga mampu diserap dengan baik oleh para pelaku usaha sebagai tenaga kerja,” ucapnya.
Kota Cimahi menjadi rumah bagi lebih dari 2.000 pelaku usaha, yang mencakup skala mikro, menengah, kecil, hingga besar. Namun, pengumpulan data akurat tidaklah sederhana, Badan Pusat Statistik (BPS) melalui proses kurasi dan pengolahan data yang teliti, salah satunya melalui Sensus Ekonomi, untuk menyajikan gambaran perekonomian yang komprehensif.
Sensus Ekonomi menjadi instrumen vital dalam mengukur dan menganalisis dinamika perekonomian, memberikan landasan bagi pengambilan keputusan yang tepat.
“Bagi kami selaku pemerintah daerah dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan ekonomi pada masa mendatang. Sementara bagi pelaku usaha, hasil sensus dapat mengidentifikasi peluang investasi, menganalisis pasar, hingga mendukung perancangan bisnis,” tuturnya.
