3 Kereta Wisata Ini Siap Direalisasikan, Warga Jabar Sudah Siap?

Dedi Mulyadi bersama pejabat PT KAI. (dok humas)
Dedi Mulyadi bersama pejabat PT KAI. (dok humas)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemprov Jawa Barat dan PT KAI sepakat mengembangkan layanan kereta di wilayah Jawa Barat, termasuk merealisasikan Kereta Wisata Jaka Lalana.

Komitmen ini ditegaskan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Selasa (25/11), yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, serta disaksikan Wakil Menteri Perhubungan Suntana.

Dalam kerja sama ini, kedua pihak menyepakati pengoperasian tiga kereta baru, yang dinamai langsung oleh Gubernur Dedi Mulyadi, yakni Kereta Api Wisata Jaka Lalana, Kereta Api Kilat Pajajaran dan Kereta Api Tani Mukti.

Baca Juga:Hari Guru 2025, Akademisi Psikologi: Dedikasi Guru Adalah Pondasi Kemajuan BangsaSambut Tahun Baru 2026, Ibis Bandung Pasteur Hadirkan Paket Keluarga Bertema Midnight at The Sea

Kereta Jaka Lalana adalah kereta pariwisata Jakarta-Bogor-Sukabumi-Cianjur. Lalu Kereta Kilat Pajajaran akan menghubungkan Jakarta–Bandung dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam, bahkan dapat dipersingkat hingga satu jam.

Sementara Tani Mukti merupakan kereta yang memperkuat layanan angkutan hasil pertanian dan perdagangan. Itu dari wilayah Jabar yaitu Cirebon, dan Banjar ke Jakarta melalui pengembangan lokomotif dan gerbong khusus.

“Kami bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat, disaksikan oleh Pak Wamenhub, berkomitmen dengan Direktur PT KAI untuk mengembangkan perkeretaapian, ” kata Dedi Mulyadi.

Pria yang akrab disapa KDM itu melanjutkan, rencana pengembangan perkeretaapian di Jawa Barat itu memerlukan dukungan pembiayaan yang kuat. Karena itu, ia berharap agar ada sinergi antara Pemda Provinsi Jawa Barat, PT KAI, dan para mitra lainnya. “Kami harap bisa mendapat dukungan pembiayaan untuk program-program ini, ” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, KDM juga menegaskan dukungan terhadap pengembangan kereta listrik Padalarang–Cicalengka. Hal itu juga sebagai bagian untuk mendukung mobilitas harian masyarakat, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas.

Termasuk pengembangan rute Nambo–Citayam untuk peningkatan headway Stasiun Nambo. Itu menjadi bagian kajian strategis yang disepakati untuk memperkuat jaringan rel di wilayah utara Jabar. (son)

0 Komentar