Cuaca Ekstrem Picu Lonjakan Risiko DBD, Dinkes Cimahi Kerahkan Strategi Pengendalian Jentik Secara Massal

Kadinkes Kota Cimahi, dr. Mulyati saat dijumpai Jabar Ekspres di Lapang Apel Pemkot Cimahi (monk)
Kadinkes Kota Cimahi, dr. Mulyati saat dijumpai Jabar Ekspres di Lapang Apel Pemkot Cimahi (monk)
0 Komentar

“Perubahan iklim turut memengaruhi jumlah kasus DBD, tidak hanya di Cimahi, tetapi juga di wilayah lain. Cuaca yang berubah-ubah sering kali menciptakan genangan air, tempat berkembang biak nyamuk,” jelas Dwihadi.

Genangan air sering terbentuk di halaman, talang air tersumbat, pot tanaman, kaleng bekas, ember penampungan air, hingga sudut-sudut yang tidak disadari.

Jika tidak dibersihkan dalam 3—5 hari, genangan tersebut dapat menjadi sarang jentik dan menimbulkan risiko penularan DBD.

Baca Juga:Raih Banyak Alumni Lolos Seleksi APH dan Sekolah Kedinasan, Bimbel Terpadu Jadi Incaran PesertaBukti Konsistensi Layanan Gas Bumi, FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20

Dinkes Cimahi kembali mengajak warga untuk mengaktifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air.

Sementara “Plus” merupakan bentuk tambahan pencegahan, termasuk perilaku menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan lotion antinyamuk, dan memasang perangkap di area rawan.

Dwihadi juga menyarankan penggunaan tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, daun mint, dan daun sirih sebagai salah satu bentuk pencegahan alami.

“Tanaman tersebut mengeluarkan aroma yang tidak disukai nyamuk, sehingga dapat mengurangi risiko gigitan terutama di area balkon, halaman, atau dalam ruangan,” beber Dwihadi.

Selain itu, sambung Dwihadi, pemeliharaan ikan kecil juga disarankan di bak atau kolam penampungan air yang sulit dikuras.

“Ikan-ikan seperti ikan cupang, ikan mujair, dan ikan mas efektif mengurangi jumlah jentik nyamuk sehingga membantu mencegah penyebaran DBD,” tambahnya.

Program ini, kata Dwihadi bahkan sudah diterapkan di beberapa RW di Cimahi dan terbukti mampu menekan pertumbuhan jentik di area padat penduduk.

Baca Juga:Kekuatan Industri Lokal Menghadapi Dinamika GlobalAkademisi Psikologi Soroti Tantangan Gen Z dalam Seleksi TNI–Polri: Fokus & Disiplin Menurun

Dinkes Cimahi berharap edukasi yang intensif dan partisipasi masyarakat dapat menekan potensi peningkatan kasus dalam beberapa bulan ke depan.

“Upaya pengendalian akan jauh lebih efektif apabila terjadi gerakan serentak di tingkat rumah, RT, hingga kelurahan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, langkah-langkah ini bukan hanya dimaksudkan untuk menahan penyebaran DBD, tetapi juga membangun budaya hidup sehat dan sadar lingkungan di masyarakat, terutama di kota dengan permukiman padat seperti Cimahi.

Dengan cuaca yang semakin tidak menentu, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan bahwa kunci pencegahan berada pada rutinitas sederhana yang dilakukan masyarakat sendiri bukan menunggu penanganan ketika kasus sudah terjadi.

0 Komentar