1. Memar atau bengkak di area suntik
Efek ini biasanya muncul karena jarum masuk ke kulit. Umumnya memudar dalam 1–3 hari.
2. Rasa pegal atau tidak nyaman
Beberapa orang merasakan sedikit nyeri otot, tetapi sifatnya sementara.
3. Sakit kepala ringan
Reaksi ini bisa terjadi setelah penyuntikan di area dahi atau sekitar mata.
4. Kelopak mata tampak turun (ptosis)
Ini terjadi jika botox mengenai area otot yang tidak ditargetkan. Biasanya membaik dalam beberapa minggu dan dapat dicegah dengan teknik penyuntikan yang tepat.
5. Wajah terlihat “kaku”
Baca Juga:Memahami Fenomena Barbie Botox, Tren Kecantikan yang Sedang Viral di TikTokManfaat dari Botox Ketiak yang Viral di TikTok, Bisa Kurangi Bau Badan?
Jika dosis terlalu banyak, ekspresi wajah bisa tampak tidak natural. Inilah pentingnya memilih dokter yang berpengalaman sehingga hasilnya tetap natural dan proporsional.
6. Reaksi alergi (jarang terjadi)
Beberapa individu bisa mengalami reaksi berupa gatal atau ruam ringan.
Efek samping di atas termasuk kategori normal. Yang perlu diwaspadai justru efek samping yang muncul akibat produk botox ilegal atau dilakukan oleh tenaga tidak terlatih. Dampaknya bisa jauh lebih parah, seperti kerusakan saraf, infeksi, hingga bentuk wajah yang tidak simetris.
Kapan Botox Bisa Menjadi Berbahaya?
Botox bisa berbahaya jika dilakukan tanpa standar medis yang benar. Beberapa faktor yang membuat prosedur botox berisiko antara lain:
1. Dilakukan oleh bukan tenaga medis
Suntik botox membutuhkan pemahaman anatomi wajah yang sangat detail. Kesalahan kecil saja dapat menyebabkan komplikasi.
2. Menggunakan produk botox palsu
Produk palsu tidak jelas kandungannya dan tidak terdaftar di BPOM. Risiko efek samping berat meningkat tajam.
3. Penyuntikan di tempat ilegal
Salon atau klinik tanpa izin tidak memiliki standar kebersihan dan alat steril.
4. Dosis tidak tepat
Dosis berlebihan dapat membuat wajah kaku, tidak simetris, atau otot sulit digerakkan.
5. Tidak cocok untuk kondisi medis tertentu
Baca Juga:
Penderita gangguan saraf, alergi tertentu, atau ibu hamil sebaiknya tidak melakukan botox tanpa konsultasi dokter.
Karenanya, pastikan kamu memeriksakan kondisi kesehatan terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan.
Manfaat Botox Jika Dilakukan dengan Benar
Meski memiliki risiko, botox juga menawarkan banyak manfaat, antara lain:
