Selama empat tahun bersama Korea Selatan, Bento meraih 35 kemenangan, 13 hasil imbang, dan sembilan kekalahan dari 57 pertandingan. Ia memimpin Taeguk Warriors tampil di Piala Dunia 2022 dan mencapai babak 16 besar sebelum kalah dari Brasil.
Bento kemudian menangani Uni Emirat Arab selama dua tahun dengan catatan 14 kemenangan, lima imbang, dan tujuh kekalahan. Namun ia tidak melanjutkan tugasnya setelah hanya memenangkan satu dari lima laga terakhir.
3. Jesus Casas
Jesus Casas menjadi salah satu nama yang paling banyak disebut. Pelatih asal Spanyol ini telah mengenal sepak bola Asia melalui pengalamannya memimpin timnas Irak sejak November 2022 hingga Maret 2025.
Baca Juga:Cicilan Mulai Rp2 Jutaan, Ini Dia Simulasi KUR BRI 2025 Plafon Rp100 JutaSnapdragon 8 Gen 5 Resmi Meluncur, Chipset Flagship 3nm dengan CPU Oryon siap Rilis November Ini!
Selama melatih Irak, Casas mencatatkan 20 kemenangan, empat hasil imbang, dan sembilan kekalahan dari 33 laga. Irak mencetak 75 gol dan kebobolan 51 gol di bawah asuhannya. Ia juga memberikan satu trofi yaitu Piala Teluk 2022 2023.
Casas memiliki pengalaman berharga di Eropa sebagai asisten pelatih timnas Spanyol pada era Luis Enrique, Roberto Moreno, dan Luis de la Fuente. Ia juga menjadi analis pertandingan saat Barcelona meraih treble winner pada musim 2014 2015.
4. Juan Antonio Pizzi
Juan Antonio Pizzi lahir di Argentina tetapi memiliki kewarganegaraan Spanyol. Ia memiliki pengalaman luas melatih tim Asia, termasuk timnas Arab Saudi pada Piala Dunia 2018.
Dalam turnamen tersebut, Arab Saudi hanya menang sekali yaitu atas Mesir sebelum tersingkir di fase grup.
Keberhasilan terbesar Pizzi adalah membawa Chile menjadi juara Copa America 2016 setelah mengalahkan Argentina melalui adu penalti. Kemenangan itu membuat Lionel Messi sempat mengumumkan pensiun dari tim nasional.
5. Felix Sanchez
Felix Sanchez adalah nama lain yang dapat dipertimbangkan PSSI. Pelatih asal Spanyol ini memimpin Qatar saat tampil perdana di Piala Dunia 2022 sebagai tuan rumah.
Meskipun Qatar tersingkir cepat di Piala Dunia 2022, Sanchez memiliki prestasi besar berupa gelar Piala Asia 2019. Qatar meraih tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan dengan catatan nirbobol hingga semifinal.
Baca Juga:Tanpa Modal! Saldo DANA Kaget Hadir Siang Ini, Klaim Hingga Rp175.000 Tanpa UndianPiala Asia 2027 Bisa Jadi Turnamen Terbanyak Wakil ASEAN
Pada final, Qatar kebobolan satu gol dari Jepang tetapi tetap menjadi juara setelah mencetak tiga gol. Sanchez melatih tim nasional Qatar sejak 2013 dengan memimpin kelompok usia U 19, U 20, U 23, hingga tim senior. Setelah itu ia melatih Al Sadd dan membawa klub tersebut menjadi juara Liga Qatar musim 2024 2025.
