Program pemanfaatan yang dirancang mencakup:
• Pendidikan, sebagai lokasi kuliah lapangan dan studio mahasiswa dari berbagai fakultas serta mitra dalam dan luar negeri.
• Penelitian, termasuk aksi transformasi hutan dan pengembangan hutan cerdas (smart forest).
• Pengabdian masyarakat, melalui demplot agroforestri, pelatihan teknologi tepat guna, serta dukungan keahlian dan teknologi ITB untuk pembangunan berkelanjutan di IKN.
Baca Juga:Divonis 1 Tahun Penjara Pelaku Pelecehan Seksual di Toilet SMAN 12 BandungKomunitas Action For Life Ajak Gen Z Ubah Literasi Jadi Aksi Nyata
Kolaborasi dengan Mitra Lokal
Sebagai bagian dari persiapan kerja sama, Satgas juga melakukan kunjungan ke sejumlah mitra potensial pada 22 Juli 2025.
• SMKN 1 Penajam Paser Utara dijajaki sebagai mitra pengembangan smart forest,
• Pondok Pesantren Hidayatullah Pemaluan sebagai mitra pengembangan agroforestri dan akuakultur.
Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan masyarakat dan institusi pendidikan lokal.
Koordinasi dan Dukungan Otorita IKN
Proses penyusunan kerja sama dilakukan melalui koordinasi intensif antara Satgas ITB dan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Dr. Myrna Asnawati Safitri, S.H.
Sebagai bentuk dukungan institusional, audiensi resmi dilakukan pada 12 Oktober 2025 yang dihadiri oleh Dr. David Sahara, Deputi Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, bersama jajaran Deputi OIKN, antara lain:
• Dr. Myrna Asnawati Safitri (Deputi Lingkungan Hidup dan SDA),
• Dr. Mia Amalia (Deputi Perencanaan dan Pertanahan),
• Dr. Agung Indrajit (Deputi Transformasi Hijau dan Digital), dan
• Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga (Plt. Deputi Sarana dan Prasarana).
Baca Juga:Economics 360: Jabar Petakan Strategi Ekonomi 8 Persen untuk Indonesia Emas 2045Dedi Mulyadi: Ekonomi Jabar Tembus di Atas Rata-Rata Nasional, Buahnya Baru Terasa 2026
Dalam pertemuan tersebut, Satgas ITB memaparkan rancangan pemanfaatan kawasan dan memperoleh sejumlah masukan strategis dari para Deputi OIKN.
Menuju Penandatanganan Kesepakatan
Kerja sama antara ITB dan OIKN saat ini masih dalam tahap pembahasan lanjutan dan diharapkan dapat ditegaskan melalui kesepakatan formal dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Kehadiran Hutan ITB di IKN diharapkan menjadi wujud nyata kontribusi ITB dalam mendukung pembangunan ibu kota negara baru, khususnya dalam bidang restorasi hutan, pemanfaatan sumber daya hayati, dan pengembangan teknologi hijau.
ITB juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pembangunan infrastruktur, penanaman pohon, dan fasilitas riset dalam rangka transformasi hutan di IKN.
