Ragam Artefak Purbakala Ditemukan di Kota Banjar

Ragam Artefak Purbakala Ditemukan di Kota Banjar
Berbagai artepak yang diduga kuat peninggalan purbakala ditemukan dari Situs Budaya Rajeug Wesi, kemudian ditampilkan oleh tim pemerhati budaya ke Pemkot Banjar baru-baru ini. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebuah temuan penting yang dapat merevisi catatan sejarah dan peradaban di wilayah Jawa Barat terungkap di Kota Banjar. Berbagai jenis artefak batu dan prasasti, yang diduga kuat merupakan peninggalan dari zaman purbakala, berhasil diidentifikasi di salah satu hamparan di dalam Situs Budaya Rajeug Wesi.

Temuan ini diyakini memiliki nilai arkeologis yang sangat tinggi dan berpotensi mengungkap kehidupan masyarakat pada masa pra-sejarah.

Pengungkapan temuan ini disampaikan langsung oleh seorang pemerhati budaya kenamaan, Kanjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Ndaru Kusumo. Ia mengungkapkan bahwa proses penemuan benda-benda bersejarah ini bukanlah hal yang instan, melainkan telah melalui penggalian informasi dan observasi selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:Koleksi Galeri Arsip Covid-19 “Artefak” Masih Minim, Dominasi Foto dan InfografisCoklat Kita Gelar Pameran ARTefak Laut Kidul

Setelah merasa cukup yakin dengan potensi yang ada, Ndaru Kusumo kemudian menyampaikan temuan awal tersebut kepada Wali Kota Banjar, Ir H Sudarsono, untuk mendapatkan perhatian dan tindak lanjut resmi dari Pemerintah Kota.

“Saya sudah lama menggali informasi dari berbagai situs di Kota Banjar dan di salah satu situs budaya di Kota Banjar kami menemukan beberapa benda peninggalan bersejarah berbentuk artefak dan prasasti,” ujar Gusti Pangeran Karya Ndaru Kusumo pada Senin (17/11/2025).

Pria yang lebih akrab disapa Ndaru Kusumo ini kemudian menunjukkan sejumlah artefak yang diduga kuat digunakan pada masa purbakala, bahkan pada masa sebelum masehi.

Koleksi temuan tersebut antara lain berupa alat-alat berburu seperti mata tombak, kapak batu, dan pisau dari batu, serta batu asahan, alat-alat pertanian, dan sejumlah artefak berharga lainnya yang masih memerlukan identifikasi lebih mendalam.

Lebih detail, Ndaru Kusumo memaparkan kronologi ekskavasi atau penggalian yang dilakukan timnya.

“Sejak dua minggu yang lalu, kami meminta ijin kepada Wali Kota untuk melakukan penelitian dan dihari kelima kami menemukan artefak pertama berbentuk pisau menyusul beberapa artefak dan prasasti lainnya yang kemudian kami bawa ke pendopo wali kota agar di teliti oleh pihak yang berwenang,” tuturnya.

Dengan adanya temuan itu, harapan besar disematkan pada Situs Rajeug Wesi. Ndaru Kusumo berharap lokasi tersebut tidak hanya berhenti sebagai situs yang terlindungi, tetapi dapat dikembangkan menjadi salah satu objek wisata edukasi yang menarik minat masyarakat dan akademisi.

0 Komentar