Guru DKV SMKN 3 Cimahi Ciptakan 'Simanis', Teknologi yang Menyatukan Data dan Mengubah Budaya Sekolah

Guru SMKN 3 Cimahi Dorong Transparansi dan Efisiensi Melalui Aplikasi “Simanis”
Penemu Aplikasi Simanis SMKN 3 Cimahi, Arif Nugraha yang Juga Sebagai Guru DKV/Foto: Firman Satria/Jabar Ekspres/
0 Komentar

Dalam proses pengerjaannya, Arif mengaku membutuhkan waktu yang cukup panjang. Ia juga mengungkap bahwa tidak ada inovasi tanpa kendala.

“Untuk prototype sekitar 1 bulan berikut tester di jurusan DKV dan untuk pengembangannya sampai jadi, kalau ditotal sekitar 3 bulan,” katanya.

Tantangan terbesar justru terletak pada dinamika kebutuhan antar unit. Salah satunya seringnya error dalam pembuatan aplikasi. Hal itu pun membuat Arif lebih sering berdiskusi dengan stakeholder yang akan menggunakan Simanis.

Baca Juga:Bojan Hodak Kembali ke Bandung, Jawab Rumor Latih Timnas Indonesia!Guardiola Ngebet Minta Manchester City Datangkan Arda Guler, Madrid Tutup Pintu!

“Karena ternyata beda-beda kebutuhannya sehingga memerlukan penyesuaian sesuai kondisi lapangan,” jelasnya.

Meski Arif mengembangkan sistem ini seorang diri, ia tidak bekerja dalam ruang hampa. Dukungan teknis datang dari rekan-rekannya.

“Untuk desain tampilannya saya selalu berdiskusi dengan toolman yaitu Joudan Ibrahim untuk desainnya apakah sudah mudah atau kurang, dan untuk implementasi di server sekolah,” katanya.

Ia juga menggandeng IP Public untuk kebutuhan server dan akses publik. “Saya bekerja sama dengan Bapa Sepi Burhanudin agar IP public dan server yang sudah ada di sekolah dapat dipakai sehingga efisiensi biaya dapat dimaksimalkan,” katanya.

Arif menilai Simanis akan mengubah budaya pengelolaan inventaris di sekolah. “Inventarisasi di SMKN 3 Cimahi tidak manual lagi, berpindah menjadi digital dan dalam pengolahan dan penggunaannya tidak sulit karena sudah ada sistem yang mengatur,” tuturnya.

Ia berharap data inventaris menjadi lebih valid, efisien, dan transparan. Apalagi menurutnya, sistem tersebut sudah cukup matang untuk kebutuhan sekolah.

“Saya rasa sudah cukup dan ini sudah sesuai dengan kondisi yang ada di SMKN 3 Cimahi dan sudah dapat dipakai di semua jurusan, sarana sekolah, kepala sekolah dan unit kerja,” ujarnya.

Baca Juga:Milan Inginkan Lewandowski, Tapi Mustahil 'Mendarat' di San Siro!Hari Ketiga Pencarian Longsor Cibeunying Cilacap, 6 Korban Ditemukan

Namun ia tetap membuka ruang penyempurnaan, terutama soal akses. “Paling mendaftarkan dalam bentuk domain web sehingga membukanya tidak perlu mengetik IP public sekolah,” katanya.

Ia mengatakan sistem ini dapat digunakan oleh sekolah lain selama menyiapkan server sesuai kebutuhan. “Dan sebenarnya sudah dapat dipergunakan dan dipublikasikan untuk sekolah lain,” tutupnya. (Mong)

0 Komentar