Rakernas ke-23 GMBI: Kembali ke Akar untuk Bela Masyarakat Tertindas

Rakernas GMBI
Ketua Umum GMBI M. Fauzan Rachman menegaskan perlunya organisasi kembali ke akar gerakannya. 
0 Komentar

BANDUNG – Ketua Umum LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) M. Fauzan Rachman menegaskan, perlunya organisasi kembali ke akar gerakannya. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-23 LSM GMBI yang dirangkai dengan peringatan Hari Pahlawan di Bandung, Senin (10/11).

Acara ini menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh kader, agar tidak melupakan asal-usul dan misi utama GMBI sebagai pembela rakyat kecil. “Kita harus kembali kepada tujuan semula. Jangan biarkan perbedaan menghalangi kemajuan bersama. Pada Hari Pahlawan ini, melalui Rakernas GMBI ini, saya harap seluruh keluarga besar GMBI menyadari makna ‘kembali ke akar’,” tegas Rachman di sela-sela rakernas.

Menurutnya, akar tersebut berarti komitmen tak tergoyahkan untuk memperjuangkan masyarakat yang terzalimi, tertindas, dan terabaikan akibat berbagai kebijakan yang tidak adil. GMBI, lanjut Rachman, harus tetap menjadi garda terdepan dalam membela warga marjinal terhadap segala bentuk ketidakadilan.

Baca Juga:ISBI Bandung Perkuat Kolaborasi Seni dengan LASALLE Singapura dan Universiti MalayaAsep Suparman Bantah Isu Plt dalam Musda Golkar Jabar 2025: Mustahil, Tak Ada Aturan Mainnya

Untuk mewujudkannya, organisasi segera menerbitkan regulasi internal yang ketat. “Regulasi ini akan memastikan anggota tetap setia pada tujuan utama GMBI. Hari ini, kita hasilkan aturan organisasi yang lebih kuat untuk kemajuan ke depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Rakernas ke-23 GMBI, Mohammad Mashur, menekankan bahwa eksistensi GMBI murni untuk melayani masyarakat. “Kehadiran kami adalah demi rakyat. Ke depan, komitmen visi dan misi harus terimplementasi optimal melalui aturan yang kami buat hari ini. Kita kembalikan fokus: berpihak sepenuhnya pada yang tertindas dan termarjinalkan,” tandasnya. (bbs)

0 Komentar