JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana membangun tempat untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Pakansari.
Para PKL hanya perlu membawa bahan baku makanan ketika berjualan di Teras Pakansari. Tempat tersebut diperkirakan dapat menampung 400 PKL.
Rencana ini disampaikan langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Tak hanya itu, para musisi jalanan yang tampil di Teras Pakansari tidak perlu berkeliling. Mereka akan disediakan panggung di tempat tersebut.
Baca Juga:Fazzio Youth Festival 2025 Ditutup di Bogor, Ratusan Pelajar SMA se Bogor Raya Unjuk Bakat dan Kreativitas Dua Koridor Baru TransJakarta Rute Bogor-Jakarta Diusulkan, Warga Sambut Antusias
“Pelataran Teras Pakansari 400 pedagang kaki lima tidak boleh bawa gerobak, tidak boleh bawa perlengkapan, silakan datang bawa bahan baku makanan,” kata Bupati Bogor Rudy Susmanto, pada Sabtu (8/11/2025).
“Pengamen ga perlu keliling panggung kita siapkan. Jadi kalau mau ngasih pengamen didepannya ada kotak,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Eko Mujiarto mengungkapkan, perencanaan Teras Pakansari saat ini sedang dalam tahap penyusunan.
Ia juga memaparkan, rencana selanjutnya membuat Gedung Command Center di dekat area Teras Pakansari.
“Teras Pakansari sedang disusun, mudah-mudahan bisa menampung banyak pedagang, terus kemudian command center di Teras Pakansari,” kata Eko, pada Sabtu (8/11/2025).
Dia menjelaskan, posisi Teras Pakansari akan berada di sebelah kanan jalan, jika masyarakat mengambil arah dari Simpang Tiga Bappenda menuju area Gor Pakansari
“Kalau dari pemda mentok Gor Pakansari, sebelah kanan, sirkuit offroad,” jelasnya.
Baca Juga:Puting Beliung Terjang Tiga Kecamatan, Farhan Pastikan Bantuan Cepat TibaSumber Penghidupan Bagi 16 Juta Orang, Industri Sawit Dinilai Masih Jadi Andalan Perekonomian Nasional
“Iya termasuk sirkuit juga kena, kita pindahin ke bawah. offroad motorcross, kita kebawahin,” sambung dia.
Teras Pakansari, lanjut Eko, akan menggunakan lahan sekitar 2 hektare untuk menampung para PKL. Kendati begitu, pihaknya masih mengkaji luasan lahan tersebut.
“Mungkin 2 hektare, sedang disusun DED nya, kebutuhan berapanya masih disesuaikan,” pungkas Eko.
