“Insya Allah, kami akan tetap konsisten pada niat awal kami, yaitu membantu memperbaiki hal-hal yang belum baik di Pemerintah Desa Balokang. Diterima atau tidak oleh BPD dan pemdes, kami akan terus berjalan sesuai dengan koridor yang ada,” katanya.
Di sisi lain, meski menimbulkan polemik, langkah kritis yang diambil oleh FKMPB mendapat apresiasi dari sebagian warga. Mereka menilai aksi pengawasan seperti ini merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat yang sehat dalam mengawal pemerintahan di tingkat paling dasar. Kehadiran forum dianggap sebagai penyambung lidah warga yang merasa aspirasinya belum didengar secara optimal. (CEP)
