Satu Nyawa di Dusun Legok 2 Melayang, Pelaku Kekerasan Diduga ODGJ

Ilustrasi kekerasan. Foto pixabay
Ilustrasi kekerasan. Foto pixabay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Suasana mencekam menyelimuti Dusun Legok 2, Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, pasca tragedi kekerasan berdarah, Senin (3/11/2025) siang.

Seorang pria berinisial F, yang diduga mengidap gangguan jiwa (ODGJ), mengamuk dan membacok empat orang keluarganya secara brutal. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB itu memakan korban jiwa, dimana satu dari empat korban tewas lantaran mendapatkan luka bacokan yang parah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aksi kekerasan tersebut berlangsung secara tiba-tiba dan mengejutkan warga.

Baca Juga:Buka Suara Isu OTT, Wawalkot Tegaskan hanya Sebagai SaksiDugaan Penyalahgunaan Kewenangan di Lingkungan Pemkot, Wali Kota Bandung Buka Suara

Pelaku F disebut-sebut mendatangi korban-korbannya dengan membawa senjata tajam jenis golok.

Warga yang mengetahui aksi sadis itu berhasil berupaya melumpuhkan dan menahan pelaku sebelum pihak berwajib tiba di lokasi.

Salah seorang warga setempat, Ujang, mengatakan dampak dari serangan itu.

“Benar, tadi siang ada kejadian. Untuk yang dibacok ada empat orang dan satu di antaranya meninggal dunia. Korban yang selamat saat ini dirawat di Puskesmas Panawangan untuk mendapatkan pertolongan medis,” tuturnya.

Saat ini, kondisi ketiga korban yang selamat masih belum diketahui secara pasti, namun diduga mengalami luka-luka serius.

Masyarakat sekitar pun diliputi duka dan ketakutan. Mereka mulai mempertanyakan pemicu di balik amukan pelaku. Informasi awal yang beredar di antara warga mengarah pada dugaan gangguan jiwa yang dialami F. Spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa kondisi kejiwaan pelaku tersebut dipicu oleh kebiasaannya yang kerap bermain judi online.

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, membenarkan telah terjadi peristiwa pembacokan di Kecamatan Panawangan. “Kami pastikan data sementara ada empat orang yang menjadi korban, dengan satu korban dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, AKP Carsono menekankan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan secara intensif. “Kasus tersebut saat ini masih kami dalami penyidikan. Kami belum memastikan apakah benar pelakunya ODGJ atau tidak. Kami dalami dulu motif pembacokan tersebut,” tegasnya.

Baca Juga:ARSHELA PRAWESWURI Wakili Jawa Barat di Ajang INDONESIAN KIDS OF THE YEAR 2025Percepat Penanganan Banjir Semarang-Demak, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Optimalisasi Pompa

Di sisi lain, kepolisian telah berhasil mengamankan pelaku. “Tersangka berhasil ditangkap dan sudah diamankan di Polsek Panawangan. Nanti kita jalani dulu pemeriksaan lebih intensif,” pungkas AKP Carsono. (CEP)

0 Komentar