“Banyak sekali yang diasuh nenek atau kakeknya di kampung,” tuturnya.Kondisi itu, lanjutnya, membuat pengasuhan anak tidak optimal.
“Tidak terpenuhi standar hak anak seperti hak untuk hidup, berkembang, dan berpartisipasi. Bahkan hubungan emosional antara orang tua dan anak menjadi renggang,” jelasnya.
Siti menambahkan, perempuan pekerja yang baru melahirkan kerap mengalami tekanan psikologis.
Baca Juga:Buka Suara Isu OTT, Wawalkot Tegaskan hanya Sebagai SaksiDugaan Penyalahgunaan Kewenangan di Lingkungan Pemkot, Wali Kota Bandung Buka Suara
“Begitu cuti melahirkan selesai dan harus kembali kerja, banyak yang bingung, ‘mau dititipkan di mana anak saya?’” katanya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mendirikan daycare yang terjangkau dan berkualitas.
“Kami berharap pemerintah ikut memperjuangkan daycare ini. Secepatnya dilakukan pertemuan lanjutan dengan para pemangku kebijakan, termasuk kolaborasi dengan perusahaan untuk mewujudkannya, misalnya melalui dana CSR,” ujarnya menutup. (Monk)
