JABAR EKSPRES – Kasus penipuan investasi online kembali mencuat ke publik. Kali ini, giliran aplikasi NW Sports (NWS) yang ramai diperbincangkan setelah banyak laporan dari pengguna di berbagai daerah Indonesia.
Aplikasi yang sebelumnya menjanjikan keuntungan besar melalui sistem “investasi digital” ini kini resmi dinyatakan scam dan telah merugikan banyak anggota di sejumlah wilayah.
Yang membuat kasus ini menarik adalah pola scam-nya yang tidak terjadi serentak, melainkan berdasarkan wilayah kerja atau tim manajer tertentu. Artinya, ada daerah yang sudah runtuh total, sementara di daerah lain masih terlihat aktif meskipun sebenarnya hanya tinggal menunggu waktu untuk kolaps sepenuhnya.
Baca Juga:Tabel Angsuran KUR BRI 2025: Pinjaman Rp45 Juta Cuma Bayar Rp97 Ribuan, Cek SimulasinyaTabel Angsuran KUR BRI 2025 Terbaru: Pinjaman Rp 35 Juta, Bayar Mulai Rp21 Ribuan! Cek Cicilannya di Sini
NW Sports sempat viral di berbagai platform media sosial karena menjanjikan profit harian dan bonus besar bagi penggunanya. Dengan sistem tim atau manajer, para anggota diajak “berinvestasi” dengan nominal tertentu dan dijanjikan pengembalian cepat, bahkan mencapai puluhan juta rupiah dalam sebulan.
Namun, setelah ditelusuri, NW Sports tidak memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun lembaga keuangan sah di Indonesia.
Sistemnya terbukti sangat mirip dengan skema Ponzi klasik, di mana uang anggota baru digunakan untuk membayar anggota lama hingga akhirnya sistem tidak mampu lagi menutupi kerugian dan mulai ambruk.
Berdasarkan laporan dari berbagai komunitas Facebook dan grup Telegram seperti Dunia Ponzi dan Waspada Aplikasi Bodong, berikut daftar wilayah kerja NW Sports yang telah dinyatakan scam atau berhenti beroperasi sepenuhnya:
1. Kebumen, Jawa Tengah
Daerah ini disebut-sebut sebagai salah satu pusat aktivitas terbesar NW Sports. Banyak anggota melaporkan saldo mereka hilang dan manajer lokal tidak bisa dihubungi sejak pertengahan Oktober 2025.
2. Purworejo dan Wonosobo, Jawa Tengah
Beberapa manajer di wilayah ini diketahui kabur setelah gagal membayar penarikan anggota. Grup media sosial yang sebelumnya aktif kini telah sepi.
3. Blitar dan Kediri, Jawa Timur
Kasus serupa juga muncul di beberapa kota di Jawa Timur. Beberapa pengguna menyebutkan bahwa penarikan mereka ditunda tanpa batas waktu, lalu akun mereka dinonaktifkan.
