“Kalau untuk di Kabupaten Bandung, untuk gerakan malam itu kan sudah berjalan ya,” ujar Kang DS saat ditemui di Soreang, Selasa (21/10/2025).
Menurutnya, Pemkab Bandung telah menurunkan satuan tugas (Satgas) dan melakukan patroli setiap malam untuk menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masyarakat.
“Kami ada satgas juga termasuk ada patroli setiap malamnya sekaligus untuk mengontrol lokasi atau desa-desa yang melaksanakan gerakan kamling,” jelasnya.
Baca Juga:Shin Tae-yong Siap Kembali Tangani Timnas Indonesia, Tapi Belum Dihubungi PSSIAlex Pastoor Ungkap Isi Kesepakatan Rahasia dengan PSSI Usai Pemutusan Kontrak
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat, Dadang A. Sapardan, memastikan bahwa seluruh kebijakan tersebut masih berjalan dan tetap mengacu pada arah kebijakan Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi.
“Semua program pendidikan, termasuk pembinaan karakter siswa seperti jam malam maupun aturan rombongan belajar, masih berjalan dan dikawal sesuai kewenangan masing-masing. Kami di kabupaten tetap mendukung penuh apa yang menjadi arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Dadang saat dihubungi, Senin (20/10/2025).
Menurutnya, dari empat kebijakan tersebut, sebagian besar pelaksanaan teknis berada pada jenjang SMA dan SMK yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
“Adapun peran Disdik Kabupaten Bandung Barat lebih kepada koordinasi, pembinaan di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama, serta mendukung aspek pengawasan di wilayah,” katanya.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menilai program tersebut menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan kembali karakter disiplin dan mental tangguh di kalangan generasi muda.
“Sekarang ini mental anak-anak sudah banyak berubah. Kalau dulu orang tua menyerahkan anaknya untuk dididik dan dibina oleh guru, sekarang justru banyak yang menentang. Padahal, pendidikan dan pembinaan itu untuk kebaikan anak agar mandiri dan tidak cengeng,” ujar Ngatiyana saat ditemui Jabar Ekspres di Alun-Alun Cimahi, Jumat (17/10/25).
Menurutnya, pembinaan berbasis militer bukan berarti penyiksaan, melainkan penanaman kedisiplinan dan karakter tangguh yang menjadi bekal penting bagi masa depan siswa.
Baca Juga:Bojan Hodak Waspadai Kebangkitan Selangor FC, Julio Cesar Siap Perkuat Lini Pertahanan PersibJurgen Klopp Akui Tolak Tawaran Manchester United!
“Di barak militer itu bukan untuk disiksa, tapi untuk dibina. Di sana mereka diajarkan kedisiplinan, baik secara pribadi, keluarga, maupun organisasi. Semua itu modal dasar untuk masa depan,” tegasnya.
