Ajat pun mengajak seluruh ASN Kabupaten Bogor untuk berperan aktif dalam SPI 2025. Ia menegaskan bahwa survei ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata komitmen terhadap integritas pelayanan publik.
“Terima kasih bagi yang sudah gercep (gerak cepat) dalam meningkatkan skor SPI kita. Semoga kedepannya Pemkab Bogor semakin transparan, dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas layanan, karena kita berkomitmen pada integritas,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berinovasi agar partisipasi masyarakat dalam pengisian SPI eksternal semakin maksimal.
Baca Juga:Gattuso Siap Angkat Kaki dari Timnas Italia Jika Gagal ke Piala Dunia 2026Erick Thohir Minta Dua Hari Sebelum Buka Suara Soal Nasib Pelatih Timnas
Menurut Renaldi, partisipasi pengguna layanan sebelumnya masih rendah karena barcode pengisian di banner bersifat statis sehingga kurang menarik perhatian masyarakat.
“Kami menyadari, jika barcode hanya diam dalam bentuk banner atau di dinding, ketertarikan masyarakat agak berkurang,” ungkapnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Disdukcapil menerapkan dua inovasi. Pertama, petugas secara proaktif membawa banner ber-barcode SPI dan mendekati warga di ruang tunggu untuk membantu mereka mengisi survei. Kedua, layanan baru akan diproses setelah warga menunjukkan tanda centang konfirmasi bahwa survei telah diisi hingga selesai.
Ia menerangkan, upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak hanya memindai (scan) saja, tetapi benar-benar mengisi survei sampai selesai.
“Tanda centang itu menjadi bukti partisipasi aktif,” pungkasnya.
