Asep juga menyinggung sejumlah program besar pemerintah pusat seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dinilai masih menguras anggaran besar. Dia mendorong agar pemerintah melakukan evaluasi efektivitas program dan jabatan di pusat.
“Coba lakukan kajian mengenai efektivitas program-program yang ada, mengenai misalnya rangkap jabatan menteri, kemudian pensiunan DPRD, DPR. Nah, ini kan jadi repot juga,” ujarnya.
Menurut Asep, langkah efisiensi di pusat juga perlu diiringi pemberantasan korupsi dan kebocoran anggaran yang menjadi akar persoalan berkurangnya ketersediaan dana. “Kalau begitu ada korupsi di situ. Berarti korupsinya juga harus diatasi juga,” katanya.
Baca Juga:Realisasi PAD Cimahi Jauh dari Target, Pemkot Perkuat Kemandirian Fiskal di Tengah Pemangkasan TKDPemprov Jateng Buka Hotline Aduan Keracunan Menu MBG
Terkait strategi daerah dalam menghadapi pengurangan dana transfer, Asep menilai pemerintah daerah perlu dilibatkan sejak awal dalam penyusunan kebijakan.
“Ini harusnya disosialisasikan dulu sama mereka sama yang akan dikenai aturan itu. Kemudian di situ mungkin diajak untuk berkreasi, berinovasi, untuk mencari sumber penghasilan baru,” ujarnya.
Dia menambahkan, semakin matang pemerintahan daerah, seharusnya semakin kecil ketergantungannya terhadap pusat. Semakin dewasa pemerintah daerah, lanjutnya, semakin berkurang ketergantungannya terhadap pemerintah pusat.
Namun, Asep mengingatkan bahwa kemandirian ekonomi daerah juga memiliki implikasi politik. “Daerah bisa melakukan kebebasan terhadap pemerintah pusat segala macam. Nah, ini hal-hal yang perlu dipikirkan pemerintah juga,” tambahnya.
Dia juga mendorong agar keadilan dalam penyaluran dana alokasi khusus (DAK) diperbaiki. Seringkali menurutnya, ada sejumlah faktor yang menyebabkan alokasi dana timpang setiap daerah.
Asep juga menyarankan agar pemerintah, baik pusat maupun daerah, menekan pengeluaran yang tidak strategis. “Itu harus dikurangi. Betul, acara seremonial-nya kan banyak. Jadi, coba dikurangi-kurangilah,” ujarnya.
Menurutnya, efisiensi harus dijalankan bersama-sama oleh pusat dan daerah. “Masing-masing mengencangkan ikat pinggang lah, baik pusat-pusat daerah. Hal terpenting lah, kira-kira dipangkasi supaya lemak-lemak anggaran itu jadi berkurang,” pungkasnya. (zar/yan)
