Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa sistem Early Warning System (EWS) juga tengah dirancang agar dapat terintegrasi dengan perangkat teknologi masyarakat, seperti telepon genggam dan televisi digital.
Sistem ini diharapkan bisa memberikan peringatan dini terhadap potensi kebakaran maupun bencana lainnya.
“Langkah ke depan, kami ingin agar peringatan dini bisa langsung muncul di handphone masyarakat dan televisi digital. Bahkan nanti di tiang EWS akan dipasang sirine sebagai tanda bahaya,” tuturnya.
Baca Juga:Masa Depan Patrick Kluivert di Kursi Pelatih Timnas Indonesia Abu-Abu!Persib Genjot Fisik Pemain di Jeda Internasional
Dari sisi kesiapan armada, Damkar Cimahi saat ini memiliki 11 unit kendaraan operasional aktif, sementara dua lainnya tengah menjalani perbaikan. Tahun ini, direncanakan penambahan dua armada baru jenis pancar dan supply.
“Jumlah keseluruhan tetap 13 unit, karena dua kendaraan baru akan menggantikan yang sudah tua. Kami juga lakukan peremajaan armada rescue dan operasional lainnya,” ujarnya.
Achmad menegaskan, pembangunan tiga pos dan pusat komando ini akan memangkas waktu respons penanganan kebakaran secara signifikan.
“Kalau sebelumnya waktu penanganan sekitar 15 menit, dengan tiga pos ini kami targetkan bisa turun menjadi 8 sampai 9 menit per kejadian. Artinya, kecepatan dan keselamatan warga bisa lebih terjamin,” tegasnya.
Rencananya, pembangunan pos Damkar baru di tiga wilayah strategis itu akan dimulai akhir tahun ini atau awal tahun depan.
Lokasi sementara telah disiapkan di sekitar Gedung DPRD Cimahi, Pasar Atas, dan Mall Pelayanan Publik (MPP).
Selain membangun sistem dan fasilitas, Damkar Cimahi juga aktif melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran dan edukasi keselamatan kepada masyarakat.
Baca Juga:Jelang Indonesia vs Irak, Calvin Verdonk Diharapkan Pulih Tepat WaktuDemi Tiket Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia Wajib Kalahkan Irak
Dalam data rekapitulasi Damkar Kota Cimahi periode 1 Januari hingga 13 Oktober 2025, tercatat 36 kasus kebakaran dengan rincian: 14 rumah, 9 pabrik/gudang, 3 pasar atau toko, 1 perkantoran, serta 10 kategori lainnya. Sementara bantuan pemadaman di luar wilayah Cimahi tercatat sebanyak 4 kali.
Untuk penanganan rescue, tim Damkar telah melakukan 412 kali penanganan selama 2025, mencakup berbagai kasus seperti evakuasi tawon (143), ular (67), cincin tersangkut (51), hewan liar (musang, biawak, kucing), hingga bantuan korban kecelakaan dan pohon tumbang.
Achmad menutup dengan penegasan bahwa seluruh langkah penguatan sistem komando dan penambahan pos siaga ini bertujuan mewujudkan Damkar Cimahi yang tangguh, cepat, dan responsif terhadap kondisi darurat.
