Libatkan Koperasi dan UMKM Lokal, SPPG di Kota Bogor Mulai Terapkan Ekonomi Sirkular

Libatkan Koperasi dan UMKM Lokal, SPPG di Kota Bogor Mulai Terapkan Ekonomi Sirkular
Ilustrasi Sentra Pangan Pemberi Gizi (SPPG) di Kota Bogor. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor mulai menerapkan konsep circular economy atau ekonomi sirkular guna menciptakan pengelolaan pangan yang sehat, efisien, serta mendorong ekonomi lokal.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, penerapan ekonomi sirkular mulai dijalankan di beberapa SPPG, salah satunya yakni SPPG Yasmin Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat. Bahan baku seperti beras, minyak, kecap, garam, dan kebutuhan dapur lainnya disuplai langsung oleh Koperasi Merah Putih Curug Mekar.

“Jadi ini circular economy yang memang ideal. Dan alhamdulillah ada di Kota Bogor, seperti salah satunya di Curug Mekar, Bogor Barat,” ujar Dedie, Jumat (10/10/2025).

Baca Juga:Tinjau Langsung Dapur SPPG Yasmin Bogor, Dedie Rachim: Jangan Sampai Anak Sekolah Keracunan Lagi!Pemkab Bogor Pastikan Keamanan Dapur SPPG Lewat Sertifikasi dan Inspeksi

Selain itu, limbah sisa makanan dari dapur SPPG juga diolah kembali oleh warga sekitar untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Langkah ini tidak hanya mencegah pencemaran lingkungan, tetapi juga memastikan limbah makanan dapat memberi nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

“Ternyata limbah itu juga sudah dimanfaatkan oleh RW atau wilayah, ada yang untuk pemakanan lele, ayam, maggot, jadi bisa bermanfaat untuk masyarakat bersama,” ujarnya.

Pola serupa juga diterapkan di SPPG Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, yang menggandeng pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi SPPG sebagai pemasok bahan pangan harian, seperti sayur, tempe, telur, dan kebutuhan lainnya.

Penerapan ekonomi sirkular pada SPPG ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diterapkan di seluruh SPPG di Kota Bogor agar ke depan mampu mewujudkan pengelolaan pangan yang efisien dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Inilah peran pemerintah daerah, bukan lepas tangan terhadap keberadaan SPPG, tetapi melakukan monitoring, pendampingan, memastikan standar-standar yang harus dipenuhi itu betul-betul terlaksana, semuanya kami upayakan yang terbaik untuk masyarakat bersama,” katanya.

Saat ini terdapat 35 SPPG yang telah beroperasi di Kota Bogor, sementara 45 lainnya masih dalam tahap persiapan. Sebanyak 21 SPPG juga tengah menjalani proses sertifikasi dapur sehat, dengan tiga unit telah bersertifikat dan satu unit sedang dalam tahap peninjauan.

0 Komentar