Gelar Aksi di Jalan Cihampelas, Puluhan Massa Tuntut Keadilan untuk Very Kurnia Kusuma

Gelar Aksi di Jalan Cihampelas, Puluhan Massa Tuntut Keadilan untuk Very Kurnia Kusuma
Keluarga korban menangis saat aksi unjuk rasa di depan Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Yapari-Aba, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jumat (10/10). Mereka menuntut keadilan Very Kurnia Kusuma yang diduga korban salah tangkap pasca aksi Agustus lalu. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Puluhan orang yang tergabung dalam warga bersolidaritas dengan keluarga Very Kurnia, dan Tim Advokasi Bandung Melawan menggelar aksi di trotoar Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jumat (10/10) sore.

Mereka menuntut pembebasan Very Kurnia Kusuma, atau Ei, warga Cihampelas berusia 24 tahun yang disebut menjadi korban salah tangkap dan penyiksaan aparat kepolisian.

Aksi berlangsung di tengah lalu lintas padat kawasan wisata Cihampelas. Massa membentangkan spanduk dan poster berisi seruan keadilan. Mereka menilai kasus yang menimpa Ei menunjukkan praktik kekerasan dan pelanggaran prosedur hukum oleh aparat penegak hukum.

Baca Juga:Jadi Korban Salah Tangkap, Keluarga Very Kurnia: Mohon Bebaskan Anak SayaBeberkan Alasan Tangkap Very Kurnia di Aksi Unjuk Rasa DPRD Jabar, Polisi Sebut Ada Unsur Tindak Pidana!

“Kita akan terus melaksanakan aksi. Demi kebenaran, untuk itu kami akan terus memberi dukungan pada keluarga Very,” ungkap salah seorang massa aksi melalui pengeras suara.

Diketaui, sudah sebulan Ei mendekam di tahanan Polda Jawa Barat. Ia ditangkap pada malam 30 Agustus 2025 saat sedang berjalan bersama temannya menuju angkringan di kawasan Dipatiukur.

Dalam situasi itu, menurut keluarga, kejar-kejaran antara polisi dan demonstran, Ei diduga secara keliru dituduh melempar batu. Penangkapan dilakukan tanpa surat resmi dan tanpa pemberitahuan kepada keluarga.

“Intinya, bebaskan Very, anak saya. Bebaskan Very, anak saya. Very adalah korban salah tangkap,” ungkap perwakilan keluarga Very.

Upaya keluarga dan tim advokasi untuk menemui Ei berkali-kali mengalami hambatan. Sejak akhir September hingga awal Oktober, mereka mengurus izin kunjungan sesuai prosedur namun tetap ditolak dengan alasan berbelit.

Polisi disebut kerap tidak memberikan kejelasan waktu, bahkan menyebut proses pemeriksaan terhadap Ei masih berlangsung.

Sementara itu, dalam aksi di Cihampelas hari ini, masyarakat menuntut enam hal. Mereka mendesak pembebasan Very Kurnia Kusuma sebagai korban salah tangkap dan penyiksaan, serta pencopotan seluruh personel kepolisian yang terlibat, termasuk Kapolda, Humas, Direskrimum, Kanit, dan penyidik terkait.

Baca Juga:Tim Advokasi Kawal Kasus Salah Tangkap Very Kurnia di BandungAliansi Masyarakat Kabupaten Bandung Gelar Aksi di Depan Pemkab, Desak Lakukan Hal Ini

Massa juga menuntut pembebasan tahanan lain yang ditangkap dalam gelombang protes Agustus–September 2025. Pantauan Jabar Ekspres, pukul 15.49 WIB, massa aksi masih melakukan orasi di lokasi tersebut.

0 Komentar