JABAR EKSPRES – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor agar segera membebaskan lahan di wilayah Duaraja, Kecamatan Sukaraja.
Ia menjelaskan bahwa lokasi Duaraja cukup dekat dengan Pasar Ciluar, sehingga pembebasan lahan tersebut dinilai strategis untuk pembangunan Pasar Bersih yang representatif.
Menurut Ferry, kondisi Pasar Ciluar saat ini sudah terlalu padat, dengan jumlah pedagang yang tinggi namun area pasar yang terbatas.
Baca Juga:DPRD Ingatkan Bupati Bogor Tak Gegabah Jalankan Program 'Rereongan Poe Ibu', Terlalu Banyak Mudaratnya!KDM Inisiasi Minta Warga Jabar Iuran Rp1.000 Per Hari, Anggota DPRD: Saya Menolak Adanya Program Seperti Ini
Ia pun menilai, daripada melakukan pembangunan pasar di lokasi yang sama, lebih baik pemerintah daerah membebaskan lahan Duaraja.
“Jadi lahan Duaraja itu, satu kalau dibebaskan menghilangkan penyakit masyarakat, yang notabenenya di sana polsek ada, koramil ada, kecamatan ada, saya sendiri tinggal di sana gitu,” kata Ferry Roveo, Jumat (10/10/2025).
Ferry juga menyoroti bahwa meskipun ada persoalan sosial di kawasan tersebut, banyak warga yang tetap menggantungkan perekonomiannya di sana. Ia pun mengakui berada dalam posisi yang dilematis sebagai warga setempat.
“Tapi karena memang, masyarakat bergantung di situ, saya sendiri bukan saya mendiamkan, saya mah kalau dosa juga kebagian karena saya tau di situ tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.
Dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD, Ferry menegaskan bahwa langkah yang bisa ia lakukan adalah menyampaikan permohonan resmi kepada Pemkab Bogor agar lahan Duaraja dibebaskan dan dimanfaatkan untuk pembangunan pasar yang lebih tertata.
“Saya juga sudah memohon ke pemerintah daerah untuk membebaskan lahan Duaraja, dimiliki Pemerintah Kabupaten Bogor, dibangun pasar untuk percontohan jadi seperti Pasar Bersih,” pungkasnya.
