Etanol menghasilkan emisi yang lebih rendah dibanding bensin murni. Penggunaan bioetanol dapat menurunkan kadar karbon monoksida dan partikulat berbahaya di udara.
Produksi etanol berasal dari hasil pertanian seperti tebu, singkong, dan jagung. Dengan demikian, petani lokal akan mendapatkan pasar baru yang potensial.
Indonesia selama ini masih bergantung pada impor minyak mentah. Dengan bioetanol, sebagian kebutuhan energi nasional bisa dipenuhi dari sumber domestik.
Baca Juga:Simulasi Lengkap KUR BRI 2025, Pinjaman Rp10 Juta hingga Rp100 Juta, Cek Angsurannya!Begini Cara Klaim Saldo DANA Kaget Rp45.000 di Kamis Manis, 9 Oktober 2025, Langsung Masuk Akun
Di sisi lain, telah banyak negara yang menggunakan etanol ini. Seperti Brasil yang telah menggunakan campuran E27–E100 selama lebih dari dua dekade.
Amerika Serikat memproduksi lebih dari 15 miliar galon etanol per tahun, dan seluruh bensin di negara itu minimal berisi 10% etanol.
Thailand dan Filipina juga menerapkan E10 sebagai standar nasional.*
