JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat menangani kerusakan Puskesmas Citeureup yang sempat dilanda kebakaran. Hal itu disampaikan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, turun langsung meninjau kondisi bangunan, Kamis (9/10).
Peninjauan Puskesmas Citeureup tersebut dilakukan untuk memastikan kelayakan struktur dan mempercepat proses perbaikan. Ajat mengatakan, peninjauan ini bertujuan menentukan langkah strategis, apakah gedung harus dibongkar total atau cukup diperbaiki sebagian.
“Saya datang bersama tim ahli bangunan gedung untuk memastikan kelayakan gedung, apakah harus dibongkar seluruhnya atau masih baik secara struktur. Kalau masih memungkinkan, tentu akan dilakukan perbaikan,” ucapnya.
Baca Juga:Atasi Kekeringan di SMP Negeri 2 Citeureup, BPBD Bogor Salurkan Air BersihAngkot Meledak di Citeureup, Polisi Duga Akibat Kerusakan Tabung Gas
Tidak hanya dari sisi teknis, Ajat juga memastikan proses perbaikan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengupayakan perbaikan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta yang telah menyatakan komitmen.
“Insya Allah ada pihak yang berminat membantu lewat CSR. Karena itu, kita hitung dulu kebutuhannya, lalu dilakukan penyesuaian arsitektur, struktur, serta aspek mechanical dan electrical-nya,” jelasnya.
Sementara itu, tim Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) saat ini tengah menyusun kajian teknis. Hasil kajian akan menjadi dasar keputusan untuk memulai proses rehabilitasi.
“Harapannya minggu depan sudah ada keputusan. Kalau sudah, kita bisa langsung melakukan perbaikan karena dananya dari CSR, bukan dari APBD,” katanya.
Ajat menegaskan bahwa prioritas utama Pemkab Bogor adalah memulihkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Citeureup secepat mungkin.
“Yang terpenting, gedung ini segera bisa beroperasi kembali untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Karena masyarakat tetap menunggu,” pungkasnya.
