BANDUNG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat bekerja sama dengan Self Learning Institut menggelar Healing Class & Sound Therapy di Mandala Karsa, Purwakarta, pada Jumat, 26 September 2025.
Acara ini mengusung terobosan pengembangan musik tradisional tarawangsa sebagai media terapi kesehatan berbasis Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Kegiatan ini menawarkan pengalaman unik, memadukan seni musik tradisional dengan pendekatan kesehatan.
Tarawangsa, alat musik dawai khas Jawa Barat, menghadirkan nuansa menenangkan yang diyakini mampu merangsang relaksasi dan keseimbangan jiwa.
Baca Juga:Edwin Senjaya Terpilih Ketua PPNK Angkatan 221: Sebuah Kehormatan dan Amanah BesarPeringati HUT ke-61, Partai Golkar Fokus Gelar Kegiatan Sosial
Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Jabar, Febiyani, menjelaskan bahwa pemanfaatan musik tradisional untuk terapi bukanlah hal baru, namun masih minim dieksplorasi.
“Setelah tarawangsa ditetapkan sebagai WBTB Indonesia, kami berupaya melestarikannya melalui inovasi seperti ini. Terapi suara dengan tarawangsa membuka peluang baru untuk memperkaya khazanah budaya sekaligus mendukung kesehatan masyarakat,” ujar Febiyani.
Acara ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan tarawangsa sebagai media terapi. Kolaborasi ini juga mendorong eksplorasi alat musik tradisional lain untuk tujuan serupa. Peserta yang hadir, mulai dari praktisi kesehatan hingga pecinta budaya, merasakan sensasi harmoni yang ditawarkan tarawangsa, sekaligus mengapresiasi upaya pelestarian budaya lokal.
Dengan menggabungkan tradisi dan inovasi, Healing Class & Sound Therapy ini menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat relevan di era modern, baik sebagai seni maupun solusi kesehatan alternatif. (bbs)
