JABAR EKSPRES – Gagal panen menjadi ancaman serius bagi petani di berbagai daerah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, para petani di Jawa Barat diajak untuk lebih melek terhadap pentingnya asuransi pertanian, sebagai langkah menjaga keberlangsungan usaha tani mereka.
Edukasi mengenai asuransi ini dilakukan oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) secara bertahap, mulai 5 September hingga 8 Oktober 2025. Program ini menyasar para petani di sejumlah wilayah lumbung padi Jawa Barat, seperti Kabupaten Garut, Purwakarta, Bandung, dan Indramayu.
Representative Manager Jasindo Bandung, Lisa Puspita Sari, mengungkapkan bahwa masih banyak petani yang belum memahami manfaat asuransi pertanian. Padahal, program ini sangat membantu ketika petani mengalami kerugian akibat gagal panen.
Baca Juga:Cek SPPG Jebres, Ahmad Luthfi Minta Percepat Penerbitan SLHS di JatengLeandro Trossard Bungkam Isu Hengkang, Tegaskan Setia Bersama Arsenal!
“Asuransi itu jadi solusi saat gagal panen. Sehingga tetap ada keberlanjutan usaha, ” katanya.
Dalam catatannya, Jasindo telah memberikan perlindungan kepada ribuan petani di wilayah kerja Representative Office Bandung. Jika ditotal, cakupan lahan mencapai lebih dari 89 ribu hektare tanaman padi.
Kemudian jika dipilah, cakupan perlindungan asuransi usaha tani padi terbesar terletak di Karawang, Bekasi, dan Purwakarta. Daerah lumbung padi seperti Indramayu, Garut perlu dioptimalkan.
Lisa menambahkan, hingga saat ini Jasindo telah menyalurkan pembayaran klaim sebesar Rp13,6 miliar sebagai bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan usaha tani serta membantu petani bangkit dari kerugian akibat bencana alam maupun serangan hama.
Sementara itu, Sekretaris Jasindo, Brellian Gema, menegaskan bahwa program edukasi ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Hal tersebut sebagai dukungan nyata untuk mewujudkan ketahanan pangan. “Ini (asuransi.red) juga instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, ” tuturnya. (son)
