Kampung Adat Cireundeu, Warisan Tradisi dan Magnet Ekonomi

Kampung Adat Cireundeu, Warisan Tradisi dan Magnet Ekonomi
KEARIFAN LOKAL : Warga Kampung Adat Cireundeu saat mempraktekkan pembuatan Rasi dari bahan baku singkong kepada pengunjung Minggu (28/9). (Hendrik Muchlison/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Cerendeu merupakan salah satu Kampung Adat di Jawa Barat. Kampung di Kota Cimahi itu tidak hanya mempertahankan tradisi, tapi juga membangun ekosistem perekonomian warga.

Kampung itu tepatnya ada di Kelurahan Leuwigajah, Cimahi Selatan. Perkampungan dengan luas sekitar 4 hektare itu banyak berada di bagian lembah di antara bukit-bukit.

Bukitnya hijau dan terjaga, tidak gundul. Ada satu tanaman khas yang mendominasi bukit-bukit itu, yakni pohon singkong.

Baca Juga:Sesepuh Kampung Adat Cireundeu Kritik Beras Oplosan, Bukan Ketahanan Pangan, Itu Soal KeuntunganSejarah Panjang Nasi Singkong Cireundeu, dari Penjajahan hingga Ketahanan Pangan

Ya, singkong bukan sekedar tanaman kebun bagi warga Cireundeu. Itu adalah tanaman makanan pokok warga yang menggantikan beras.

Itu juga warisan tradisi. Warga kampung Cireundeu tidak makan nasi dari beras. Tapi makanan pokoknya adalah singkong, atau disebut rasi.

Kini Kampung Cireundeu juga telah menjelma menjadi salah satu Desa Wisata di Jawa Barat. Kearifan lokal dan keunikan warga dalam mempertahankan tradisi itu menjadi magnet bagi wisatawan.

Makanya tidak sedikit warga yang ikut berdatangan ke kampung itu. Mereka ingin berwisata, belajar budaya, penelitian, hingga penasaran dengan Cireng dan kuliner khas Cireundeu.

Misalnya dari pantauan Jabar Ekspres pada Minggu (28/9). Nampak warga berbondong-bondong datang ke kampung itu. Kebanyakan adalah pagi hari.

Banyak dari mereka usai hiking atau jogging menikmati jalan dan perbukitan di Kota Cimahi itu. Lalu mereka singgah di Kampung Cireundeu. Dan salah satu spot sasarannya adalah warung UMKM di kawasan tersebut.

Ya, bangunan berlantai dua di kawasan tersebut memang menjadi pusat UMKM. Di tempat itulah warga mengolah rasi menjadi berbagai hidangan.

Baca Juga:Ketika Cireundeu Santai saat Harga Beras Naik, Singkong Justru Jadi Pelopor Ketahanan Pangan LokalJadi Pemicu Banjir Bandang, Wakil Wali Kota Cimahi Minta Drainase Cireundeu di Cek Ulang

Mulai dari nasi goreng berbahan dasar rasi, egg roll, simping, hingga dendeng kulit singkong. Termasuk cireng hangat yang digoreng dadakan.

Makanya, kalau pagi bangunan itu bakal ramai. Pengunjung silih berganti, beberapa ibu-ibu juga sibuk untuk memasak berbagai hidangan.

Selain pengunjung insidental, biasanya juga ada rombongan. Seperti hari itu, ada rombongan dari salah satu kampus yang tengah tour budaya.

“Kalau ditaksir, sebulan itu ada seribu sampai 2 ribu orang. Kalau harian yang ramai memang Minggu,” kata Sekretaris Pokdarwis Triyana Santika. (son)

0 Komentar